Berita » Pengelola RKG Berlatih Perbenihan dan Olahan Kedelai di Balitkabi

rkg

Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang digagas oleh Pemkab Purwodadi terletak di Dusun Sukorejo, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Pendirian RKG bertujuan sebagai pusat pembelajaran dan pembibitan varietas kedelai Grobogan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan menugaskan lima orang staf muda untuk magang perbenihan dan olahan kedelai di Balitkabi dimulai pada tanggal 7 April dan diakhiri tanggal 9 April 2015. Kelima orang tersebut yang rencananya akan ditugasi oleh Kepala Dinas untuk mengelola RKG. Magang hari pertama, para peserta belajar mengenai perbenihan dengan materi pertama yaitu praktek produksi benih kedelai yang disampaikan salah satu staf UPBS, M. Arum, MP, kemudian dilanjutkan dengan materi pengenalan varietas kedelai yang disampaikan oleh Wakil Direktur I UPBS, Dr. M. Muchlish Adie, dan materi terakhir yaitu prosessing dan penyimpanan benih kedelai dilanjutkan dengan diskusi dengan narasumber Dr. Titik Sundari.

Tim dari Grobogan yang melakukan magang di Balitkabi merupakan tim yang akan diberi tugas untuk mengembangkan seed centre dan tempe hygiene yang merupakan program unggulan RKG. Oleh karena itu, selain belajar materi perbenihan, tim dari Grobogan ini juga berlatih pengolahan kedelai. Untuk sesi pertama magang olahan, Ir. Erliana Ginting, M.Sc, memberikan presentasi mengenai varietas unggul kedelai dan kesesuaiannya untuk produk olahan kedelai (tahu, tempe, susu kedelai, dan kecap). Pada sesi ini banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh peserta magang terutama untuk produk tempe, karena RKG sendiri sudah mencoba untuk membuat produk tempe dan keripik tempe, namun masih ada kekurangan pada kemasan dan kerenyahan keripik tempe.

Hari kedua magang perbenihan dan olahan kedelai ini, para peserta diajak untuk berkunjung ke sentra industri tempe dan keripik tempe di daerah Sanan, Malang. Para peserta sangat antusias, karena mereka bisa belajar langsung dari pengerajin yang terhitung telah sukses dalam membuat dan memasarkan tempe dan keripik tempe hingga keluar kota Malang. Selain berkunjung ke sentra industri tempe, para peserta juga diajak untuk berkunjung ke pengerajin/industri kecil tahu, disini, para peserta juga dapat melihat mulai dari awal proses pembuatan tahu sampai menjadi produk tahu yang siap untuk dipasarkan. Pada akhir kunjungan, para peserta membeli oleh-oleh beberapa produk dari kedelai di salah satu outlet pusat oleh-oleh sebagai contoh produk yang nantinya akan dikembangkan di Grobogan. Hari terakhir magang olahan kedelai, para peserta melakukan praktek secara langsung di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan Balitkabi, dengan dipandu oleh Bapak Suprapto, SP, untuk produk susu kedelai, tahu kedelai, dan kedelai bubuk/ tepung kedelai (diseduh untuk membuat susu kedelai atau digunakan untuk substitusi tepung terigu dalam pembuatan cake atau cookies). Pada kesempatan magang ini peserta juga membawa kedelai lokal Grobogan untuk dicobakan dalam pembuatan produk susu dan tepung kedelai. Selain mereka tahu cara pembuatan produk-produk tersebut, mereka juga dapat membandingkan kenampakan maupun rasa dari produk kedelai varietas lokal Grobogan dengan produk yang sama tapi dibuat dari kedelai varietas lain. Disamping itu mereka juga dapat melihat peralatan yang digunakan untuk membuat produk-produk tersebut yang nantinya sekembalinya mereka ke Grobogan mereka dapat mengusulkan bantuan peralatan tersebut untuk kemajuan RKG yang rencananya akan di-launching pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Ternyata kedelai lokal Grobogan sangat prospektif dikembangkan sebagai varietas unggul yang sesuai untuk produk olahan tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai. Selamat dan sukses untuk Rumah Kedelai Grobogan, semoga dengan berdirinya RKG ini juga dapat memacu kesuksesan swasembada kedelai di Indonesia.

RY