Berita ยป Pengelolaan SDG di AVRDC

Sebagian varietas kedelai yang dilepas di Indonesia berasal dari sumber daya genetik (SDB) yang ada di AVRDC maupun berasal dari aksesi lainnya yang berasal dari Taiwan. Hal tersebut dimungkinkan, karena beberapa tahun lalu, AVRDC memiliki program International Yield Test untuk kedelai. Balitkabi terlibat dalam kegiatan tersebut. Target penting kunjungan dua peneliti Balitkabi ke Taiwan (Muchlish Adie dan Suharsono) adalah mengunjungi Genetic Resources and Seed Unit di AVRDC. Keduanya diterima oleh Dr. Andreas Ebert selaku Genebank Manager pada 5 Juli 2013. Hingga April 2013, gene bank AVRDC mengkonservasi 60.347 aksesi dan yang dikonservasi di AVRDC regional Afrika sebanyak 4.146 aksesi.

Jumlah aksesi plasma nutfah di AVRDC hingga April 2013.

Principal crops

Other crops

Total

No of accessions

56.228

4.119

60.347

No of genera

170

No of species

436

Countries of origin

156

AVRDC at Africa

4.146


Pengelolaan SDG di AVRDCPenataan fasilitas SDG di AVRDC cukup memadai dan terpelihara dengan baik, termasuk dikelola dengan SDM tidak terlalu banyak tapi efisien. Pengelolaan SDG di AVRDC juga sebagian telah memanfaatkan molecular markers. Fasilitas penyimpanan (cold strorage) sangat baik. Untuk cold stroge terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Drying Room; dry the seed 4โ€“7% MC (moisture content).
  2. Medium Term Storage, menggunakan suhu 5 oC dengan 45%RH, untuk actice collection. Diperkirakan mampu menyimpan 20โ€“50 tahun.
  3. Long Term Storage dengan suhu -15 oC untuk base collection. Perkiraan daya simpan hingga 50โ€“100 tahun.

Semakin banyaknya lembaga internasional yang memberikan perhatian terhadap SDG, tentu koleksi SDG di AVRDC relatif tidak terlalu banyak. Yang menarik seluruh aksesi yang ada di AVRDC bisa diminta oleh siapa saja dengan berkirim surat kepada www.avrdc.org.MMA/AW