Berita » Pengembangan Kedelai di Lahan Pasang Surut Palembang

Lahan pasang surut berpotesi sebagai lumbung pangan masa depan bagi bangsa Indonesia. Potensi arealnya diperkirakan mencapai 33,4 juta ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Memang hingga saat ini yang termanfaatkan untuk usaha pertanian baru seluas 5,4 juta ha yakni rawa pasang surut 4,1 juta ha dan rawa lebak 1,3 juta ha.Menyadari besarnya potensi lahan pasang surut, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, melakukan pengembangan kedelai di lahan pasang di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin, Palembang seluas 1900 ha. Penanaman dilakukan pada20 Juli hingga 31 Agustus 2013.


Diskusi di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Lalan.

Keragaan pengembangan kedelai di lahan pasang surut di Lalan.Permasalahan utama pengembangan kedelai di lahan pasang surut adalah keharaan tanah dan air pasang (dari laut atau dari air hujan). Observasi lapang, 20 September 2013, yang dilakukan oleh Direktur Pembiayaan Pertanian (Ir. Mulyadi Hendiawan MM), peneliti Balitkabi (Dr. Ghozi Manshuri dan Dr. Muchlish Adie), Dinas Pertanian Provinsi Palembang, Balai Proteksi Tanaman serta jajaran penyuluh kecamatan Lalan, menunjukkan bahwa pengembangan kedelai tersebut terkendala oleh kelembaban tanah yang sangat tinggi karena curah hujan, sehingga pertumbuhan tanaman kurang optimal bahkan sebagian tidak tumbuh. Penanaman awal sekitar 380 ha memperlihatkan keragaan tanaman kedelai yang cukup baik. Tanaman tumbuh normal, tinggi tanaman mencapai 40–50 cm dan jumlah polong antara 15 hingga 47 buah. Pengembangan kedelai yang dilakukan oleh Direktorat PSP memberikan harapan besar untuk peningkatan produksi kedelai di lahan pasang surut. Tanaman kedelai terpelihara dengan baik, dengan indikator populasi gulma dan hama sangat rendah, mengindikasikan kesungguhan petani dan penyuluh untuk mengembangkan kedelai di lahan pasang surut. Lagi-lagi yang dikeluhkan dan menjadi harapan petani, saat berdiskusi di BP3K adalah jaminan harga jual kedelai. Semoga lahan pasang surut ikut menjadi penyumbang kebutuhan kedelai nasional.MMA/AW