Berita » Pengembangan Kedelai di Lahan Pasang Surut

Luas areal, produktivitas dan produksi kedelai dari tahun 2011 hingga 2015 berfluktuasi, peningkatan luas areal 622.254 ha (2011) – 624.848 ha (2015), produktivitas 1,37 t/ha (2011) – 1,57 (2015) dan produksi 851.286 ton (2011) – 982.967 (2015).

Berdasarkan angka tersebut dapat dilihat bahwa laju peningkatan adalah peningkatan produktivitas dari 1,37 t/ha (2011) menjadi 1,57 t/ha (2015). Hal ini membuktikan bahwa penerapan teknologi yang dihasilkan BALITBANGTAN telah banyak diadopsi petani.

Peningkatan produksi menuju swasembada akan berkorelasi positip dengan luas tanam, semakin luas pertanaman kedelai semakin besar peningkatan produksi kedelai.

Menteri Pertanian melakukan panen raya didampingi Gubernur Jambi (kiri), peserta panen dan temu wicara (kanan)

Menteri Pertanian melakukan panen raya didampingi Gubernur Jambi (kiri), peserta panen dan temu wicara (kanan)

Berkaitan peningkatan produksi kedelai, pemerintah berupaya untuk meningkatan luas tanam kedelai di daerah lahan sawah irigasi, sawah tadah hujan, lahan kering, lahan kering masam dan daerah pasang surut. Potensi luas lahan pasang surut di Indonesia cukup luas dan berpeluang untuk dapat ditanami kedelai.

Program perluasan tanam kedelai dengan teknologi Budidaya Jenuh Air (BJA) kerjasama Kementerian Pertanian dengan Institut Pertanian Bogor dilaksanakan di Provinsi Jambi sebagai pilot proyek seluas 600 ha, terdiri dari 500 hektar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan 100 hektar di Kabupaten Muaro Jambi.

Stan Pemeran Badan Litbang Pertanian (kiri), kunjungan Menteri Pertanian di Stan Badan Litbang Pertanian melihat VUB Kedelai Baru (kanan)

Stan Pemeran Badan Litbang Pertanian (kiri), kunjungan Menteri Pertanian di Stan Badan Litbang Pertanian melihat VUB Kedelai Baru (kanan)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Gubernur Jambi Zumi Zola pada tanggal 6 September 2016 melakukan panen raya kedelai di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Panen raya kedelai hitam merupakan kerjasama antara Dirjen Tanaman Pangan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui pengembangan kedelai dengan Teknologi Budidaya Jenuh Air (BJA).

Hasil panen berkisar 2,1–2,7 t/ha dengan rata-rata 2,2 t/ha, hasil ini lebih tinggi dari pada produktivitas nasional 1,57 t/ha. Pada kesempatan panen raya ini diadakan pameran dari beberapa institusi dan perusahaan, serta temu wicara antara Menteri Pertanian dengan petani.

Badan Litbang Pertanian berperan aktif dalam acara ini melalui pameran berupa display varietas kedelai unggul baru, diantaranya Dega 1, Dena 1, Dena 2, Dering dan lain-lain. Badan Litbang Pertanian pada akhir Agustus 2016 telah berhasil melepas varietas unggul baru kedelai toleran jenuh air yang sesuai untuk budidaya jenuh air yaitu Deja 1 dan Deja 2.

Kedua varietas unggul baru ini diperlukan untuk pengembangan kedelai di lahan pasang surut di Indonesia. Pemandu pameran dari Balitkabi adalah: Prof. Dr. Marwoto, Dr. Andy Wijanarko, Ir. Suhartina, M.P., dan Wasito Ady.

MWT