Berita » Pengembangan Model Desa Mandiri Benih Tanaman Pangan

Rapat Koordinasi Penyusunan Pengembangan Model Desa Mandiri Benih Tanaman Pangan dilaksanakan di Balitbangtan pada tanggal 18–20 November 2014, dihadiri peserta dari Puslit, Balai Besar, Balit, dan BPTP lingkup Balitbangtan. Acara yang diawali pembukaan oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. I Made Jana Mejaya, dilanjutkan arahan Kepala Balitbangtan Dr. Haryono. Ka Badan menyampaikan materi hasil rakornas, yaitu mengenai Analisis Quick Wins Pangan dan Pertanian, yang intinya mengenai perkuatan ketahanan pangan, mencakup: (1) Peningkatan produksi: beras, jagung, kedelai, garam, umbi-umbian dan bahan pangan pokok lainnya melalui optimalisasi pemanfaatan lahan, (2) Pembentukan badan otoritas pangan yang menyatukan Bulog dan Dewan Ketahanan Pangan, (3) Pencanangan Pembangunan 100 techno park berbasis pertanian dan/atau perikanan rakyat di tingkat Kabupaten/Kota, dan pembangunan Science Park di 34 provinsi, (4) Perancangan sistem penyediaan benih dan pupuk tepat waktu, (5) Persiapan program 1000 Desa Mandiri Benih, (6) Revitalisasi Tahap Awal Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan dari target 1000 Desa Mandiri Benih dan Teknologi, (7) Inpres percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan agar kepala daerah dan KL menetapkan lokasinya, (8) Perbaikan irigasi pada daerah lumbung padi (contoh: Cianjur, Pare-pare), revitalisasi bendungan, dan pembuatan bendungan baru, (9) Inventarisasi Lahan terlantar ex pertambangan, (10) Pemantapan sistem penanganan pasca panen untuk tanaman pangan, (11) Pembuatan atau pembelian 2 unit kapal khusus pengangkut daging dan ternak, dan (12) Inpres pencanangan kawasan terpadu pembangunan sentra produksi serta pasar tradisional pertanian untuk mendukung tol laut.

Pada rakor dibahasa materi tentang: (1) Membangun Sistem Perbenihan dalam Rangka Menuju Kemandirian Benih yang disampaikan oleh Direktur Perbenihan bapak Dr. Ir. Bambang Budhianto, (2) Pengembangan Model Desa Mandiri Benih Tanaman Pangan oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan bapak Dr. I. Made Jana Mejaya, (3) Kerangka Pikir Pengembangan Kawasan Mandiri Benih oleh Sekretaris Balitbangtan bapak Dr. Agung Hendriadi, M.Eng., (4) Model Desa Mandiri Benih Padi oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, (5) Model Desa Mandiri Benih Kedelai oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, (6) Model Desa Mandiri Benih Jagung oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Hal penting yang harus segera ditindaklanjuti: (1) Model Desa Mandiri Benih diubah menjadi Model Kawasan Mandiri Benih adalah model penyediaan benih sebar untuk memenuhi kebutuhan benih kawasan setempat dengan memberdayakan calon penangkar menjadi penangkar formal (bersertifikat), (2) Model Kawasan Mandiri Benih Padi 24 Provinsi, Jagung 7 Provinsi, Kedelai 12 Provinsi.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka Balit Komoditas bertugas: (1) Menyediakan benih sumber varietas unggul, (2) Memberikan bimbingan teknis produksi benih, (3) Menggandakan panduan teknik produksi dan prosesing benih, dan (4) Melakukan monitoring di lokasi pendampingan. Sementara BPTP bertugas: (1) Membantu menyusun perencanaan untuk pemenuhan kebutuhan benih di suatu kawasan, (2) Mengidentifikasi penangkar non formal sebagai CP/CL, (3) Melakukan pendampingan dan bimbingan teknis produksi benih, (4) Mendistribusikan benih sumber kepada penangkar, (4) Memfasilitasi petani dalam proses sertifikasi benih. Puslitbang Tanaman Pangan diberi tugas menyusun Pedum pengembangan kawasan mandiri benih, menyusun draft surat Penugasan Menteri tentang penyediaan benih sumber padi, jagung, kedelai, dan menyusun jadwal palang pelaksanaan kegiatan.

Dr. T. Sundari/AW