Berita » Pengembangan Pajale di Perhutani Probolinggo

Dalam rangka penguatan produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) di Kabupaten Probolinggo tahun 2016, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, melakukan pencanangan tanam serentak pajale di lahan Perhutani di Betek, Krucil, Probolinggo, 23 November 2016, dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian Provinsi Jatim dan Probolinggo, Korem, Kodim, Polres, dan BPS. BPTP Jatim dan Balitkabi diundang pada pencanangan tanam pajale tersebut.

Menurut Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Diperta Provinsi Jatim (Nur Falakhi, M.S.), rata-rata produksi pajale di Probolinggo masih di bawah rata-rata capaian Jatim. Lahan sulit diperluas, satu-satunya menjawab tantangan peningkatan produktivitas, melalui penerapan teknologi budidaya anjuran. Pencanangan tanam seluas 3 ha di lahan Perhutani blok Setalar adalah 3 ha untuk padi gogo, 21 ha untuk jagung, dan 1 ha untuk kedelai.

Sambutan Nur Falakhi, M.S. dan alat tanam pajale.

Sambutan Nur Falakhi, M.S. dan alat tanam pajale.

Potensi pengembangan lahan Perhutani di Probolinggo mencapai 2400 ha. Saat ini sebagian ditanami sengon yang berumur 9 bulan. Pemanfaatan lahan di bawah tanaman sengon hingga umur sengon di bawah 3 tahun. Pada lokasi tersebut petani belum pernah menanam kedelai.

Pada pencanangan tanam perdana digunakan alat penanam untuk padi, jagung dan kedelai. Penggunaan alat tanam relatif mudah dan menurut perusahaan penghasil alat tanam seharga sekitar 2 juta/alat tanam, penanaman seluas 1 ha dapat diselesaikan dalam waktu 4 jam. Tentu tergantung kepada topografi dan jenis tanah. Terdapat dua jenis alat tanam yakni hanya untuk penanam dan tipe yang lain adalah penanam sekaligus pemupuk. Inovasi yang perlu dicoba.

MMA