Berita » Pengembangan Produksi Kedelai di Banyuwangi

Kapuslitbangtan TP bersama Kabalitkabi meninjau lokasi pertanaman kedelai di Kabupaten Banyuwangi.

Kapuslitbangtan TP bersama Kabalitkabi meninjau lokasi pertanaman kedelai di Kabupaten Banyuwangi.

Kabupaten Banyuwangi memiliki dua kecamatan sentra kedelai yaitu Kecamatan Muncar dan Purworejo. Periode MK 1 (April‒Juni) kedua lokasi memiliki hamparan kedelai lebih dari 1000 hektar. Dua puluh dua hektar diantaranya digunakan untuk produksi benih kedelai kelas FS yang diawasi oleh Balitkabi Malang, dengan produktivitas sebesar 2,3 t/ha untuk Varietas Grobogan.

Sebagian besar petani setempat menanam kedelai lokal dengan nama Jepang Putih, dikenal pula dengan nama Martoloyo atau Jeprik. Benih yang ditanam berasal dari lokasi setempat, dengan produktivitas sekitar 1,5 t/ha. Pola tanam kedelai di kedua lokasi dilakukan dua kali tanam yaitu MK 1 (April‒Juni) dan MK 2 (Juli‒September).

Pada tanggal 19 Juni 2019, Kapuslitbang TP Dr. I Made Jana Mejaya dengan didampingi oleh Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo melakukan kunjungan ke kedua lokasi tersebut. Pada kesempatan ini Kapuslitbang TP memberikan arahan untuk mengembangkan varietas kedelai unggul Balitbangtan di Kecamatan Muncar dan Purworejo.

Hal tersebut didasarkan bahwa varietas kedelai unggul Balitbangtan memiliki peluang peningkatan produktivitas kedelai sebesar 1 t/ha (dari semula 1,5 t/ha menjadi 2,5 t/ha).

GWAS/KN