Berita » Pengenalan dan Perawatan Mikroskop Stereo dan Binokuler

Mikroskop merupakan alat untuk melihat objek mikro yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ketepatan dalam cara penggunaan merupakan faktor utama yang harus dikuasai oleh pengguna agar obyek yang kita lihat benar dalam mengidentifikasinya. Mikroskop juga butuh perawatan agar terjaga keawetan dan kualitas hasilnya.Teknik penggunaan dan perawatan mikroskop belum banyak diketahui oleh para pengguna baik peneliti, laboran ataupun mahasiswa. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang miroskop, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya (UB) Malang berkerjasama dengan Nikon serta PT New Module Int Jakarta menyelenggarakan pelatihan pengenalan dan perawatan mikroskop optik. Pelatihan berlangsung dua hari, 13-14 Februari 2013. Pelatihan yang dilaksanakan di Ruang Seminar LSIH, diikuti 20 peserta para Laboran dari beberapa fakultas UB, Unesa Surabaya, Unair Surabaya, UM Malang, Politekhnik Jember, serta dari UIN Malang. Balitkabi mengirimkan Kurnia Paramita Sari, S.P.
Pelatihan dibuka oleh Direktur LSIH yaitu Prof. Ir. Yenny Risjani, DEA., Ph.D, dalam sambutannya beliau berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah ilmu para laboran yang nanti akan ditularkan kepada para pengguna mikroskop yang lain. Pelatihan pada hari pertama diisi dengan pemberian materi tentang pengenalan jenis-jenis mikroskop dan fungsi mikroskop yang disampaikan oleh Dr. Yuni Kilawati S.Pi., MS (LSIH Brawijaya), materi kedua adalah pemanfaatan mikroskop dalam bidang sains yang disampaikan oleh Prof. Ir. Yenny Risjani, DEA., Ph.D (Direktur LSIH Brawijaya) dan materi ketiga disampaikan oleh pemateri dari PT New Module Int yang memberikan pengetahuan tentang prosedur standar penggunaan dan perawatan mikroskop. Hari kedua diisi dengan praktikum perawatan mikroskop yang benar dan sesuai standar serta cara-cara penggunaan mikroskop agar obyek yang dilihat jelas terlihat. Pada hari kedua para peserta antusias, karena saat praktik setiap peserta menggunakan satu mikroskop yang dilengkapi dengan preparat. Hal penting yang juga dipraktikkan adalah membuka mikroskop untuk membersihkan lensa bagian dalam mikroskop yang merupakan benda utama yang harus bersih agar tidak terkena jamur yang menghalangi pandangan saat melihat obyek.

Mikroskop stereo dan binokuler yang dipergunakan merupakan mikroskop yang banyak digunakan di kalangan mahasiswa (student). Selain dua jenis mikroskop yang digunakan, para peserta juga diperkenalkan dengan mikroskop jenis SEM dan CLSM yang biasa digunakan untuk kalangan peneliti (reseach). Dengan mikroskop SEM dam CLSM ini pengguna akan mendapatkan lebih banyak informasi dari bagian luar obyek sampai bagian dalam yang menyusun obyek bahkan sampai ukuran, diameter, panjang, jarak, luas, dan masih banyak info yang lain yang bisa didapat.

Pengadaan mikroskop SEM dan CLSM di Balitkabi diperlukan agar dapat menambah kualitas penelitian yang dilakukan.



Mita/AW