Berita » Pengujian Galur Harapan Mutan Kedelai terhadap Cekaman Kekurangan Air

Varietas unggul kedelai toleran keringan berperan penting dalam mempertahankan stabilitas hasil. Sepuluh galur harapan kedelai hasil mutasi dari varietas Panderman dan dua varietas pembanding, yaitu Panderman dan Dering 1 diuji pada dua tingkat ketersediaan air tanah (100 % dan 40% dari air tersedia) di rumah kaca Balitkabi mulai November 2014 hingga Maret 2015.

Penelitian ini merupakan kerjasama peneliti Balitkabi (Ir. Abdullah Taufiq, MP) dengan peneliti Patir Batan yang bertujuan untuk menguji toleransi galur-galur harapan mutan kedelai terhadap cekaman kekurangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air 40% dari air tersedia selama periode pertumbuhan memberikan cekaman kekeringan yang sangat tinggi terhadap semua genotype yang diuji sehingga menurunkan peubah pertumbuhan tanaman, peubah hasil dan komponen hasil, menunda saat berbunga dan saat masak fisiologis.

Lima galur yaitu G10K,G6K, G8K, G3K, dan G9K terindikasi toleran terhadap cekaman kekeringan dengan tingkat toleransi lebih tinggi dari dua varietas pembanding, Panderman dan Dering 1. Potensi hasil, ukuran biji, dan efisiensi penggunaan air dari kelima galur terpilih tersebut lebih tinggi dibandingkan varietas Panderman dan Dering 1.

Kelima galur terpilih tersebut juga mempunyai umur masak fisiologis yang sedikit lebih panjang dari varietas Panderman, namun lebih genjah daripada Dering 1, dengan demikian galur terpilih tersebut berpeluang untuk diusulkan menjadi varietas unggul baru toleran cekaman kekeringan.

Keragaan galur mutan pada pengujian terhadap cekaman kekeringan

Keragaan galur mutan pada pengujian terhadap cekaman kekeringan