Berita » Penilaian Adaptabilitas Galur Harapan Kedelai Terhadap Naungan

naunganKepadatan penduduk yang semakin meningkat dan ketersediaan lahan yang sesuai untuk produksi pangan semakin berkurang, menyebabkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian menjadi tantangan di masa depan. Pada kondisi ketersediaan lahan yang terbatas, hasil panen dapat ditingkatkan melalui intensifikasi pertanian. Salah satunya adalah melalui pola tanam tumpangsari. Tumpangsari merupakan sistem tanam, dimana dua jenis tanaman atau lebih ditanam pada musim dan lahan yang sama, yang memungkinkan terjadinya kompetisi dalam mendapatkan air, unsur hara, dan cahaya. Kompetisi terhadap kebutuhan air dan unsur hara dapat diantisipasi melalui pengairan atau pengaturan waktu tanam dan pemupukan, sedangkan kompetisi cahaya diminimalisasi melalui penanaman varietas yang adaptif terhadap kondisi kekurangan cahaya atau naungan. Untuk itu diperlukan adanya VUB kedelai yang adaptif naungan.

Program perakitan VUB kedelai telah dilakukan melalui tahapan persilangan, seleksi, dan pengujian. Salah satu tahap pengujian yang harus dilakukan adalah uji adaptasi di beragam lingkungan, dalam hal ini lingkungan naungan. Uji adaptasi dimaksudkan untuk menilai adaptabilitas dan stabilitas hasil galur-galur harapan kedelai terhadap naungan, sebelum galur harapan tersebut dilepas sebagai VUB kedelai adaptif naungan.

Uji adaptasi dilakukan di beragam tingkat dan jenis naungan, diantaranya di bawah tegakan tanaman jati, tanaman kayu putih, tanaman kelapa sawit, tanaman jeruk, dan tumpangsari dengan tanaman jagung maupun ubikayu. Galur harapan yang adaptif terhadap naungan adalah galur yang mampu memberikan produksi tinggi dan stabil pada lingkungan naungan. Galur harapan dengan karakteristik tersebut selanjutnya diusulkan untuk dilepas sebagai VUB kedelai adaptif naungan.

Ketersediaan VUB kedelai adaptif naungan diharapkan mampu mendukung program perluasan areal panen baru (PATB) kedelai nasional yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Salah satu sasaran PATB kedelai adalah pemanfaatan lahan-lahan di bawah tegakan tanaman hutan industri dan tanaman perkebunan yang masih muda (0-3 th), maupun intensifikasi lahan melalui tumpangsari dengan tanaman pangan (jagung dan ubikayu), dengan tanaman hortikultura (jeruk), dll.

naungan1TS