Berita » Peningkatan Kemampuan Analisis Data dan Penulisan KTI

Balitbangtan untuk kelima kalinya kembali mengadakan “Workshop Analisis Data dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah” dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman para peneliti dalam analisis data dan penulisan KTI. Workshop diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 25‒27 November 2015.

2-12-15a

Peserta workshop sebanyak 17 orang dari Balai Penelitian dan BPTP setelah melalui proses seleksi terlebih dahulu. Wakil dari Balitkabi adalah Kartika Noerwijati dan Ayda Krisnawati. Acara workshop dibuka oleh Kepala BPTP Yogya (Dr. Sudarmadji) yang mewakili Bapak Sekretaris Balitbangtan.

Beliau menyatakan bahwa saat ini tuntutan aturan fungsional semakin besar dengan tingkat kualitas yang semakin tinggi. Peneliti khususnya dari BPTP juga harus mampu menulis di jurnal. Para peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi Trainer of Training dalam mentransfer ilmu yang diperoleh dalam workshop kepada peneliti lain di unit kerja masing-masing.

Acara pembukaan (kiri) dan peserta workshop (kanan). Prof. (Riset) Hardi Prasetya selaku salah satu narasumber menyampaikan bahwa secara umum, kuantitas dan kualitas penulisan karya tulis ilmiah di lingkup Balitbangtan mengalami penurunan.

Dengan memahami statistika (analisis data yang benar) diharapkan dapat membantu dalam menulis KTI. Statistika adalah suatu alat atau ilmu untuk menduga. Penentuan tujuan penelitian merupakan salah satu kaidah dalam statistika, karena tujuan penelitian berkaitan dengan teknik analisis data dan penarikan kesimpulan.

Selama ini yang banyak terjadi adalah perumusan tujuan masih belum tepat. Para peneliti juga dituntut harus dapat mengkritisi tulisan orang lain, dan diharapkan juga dapat mengkritisi tulisan sendiri. Kunci sukses seorang peneliti adalah mau dikritik dan bisa mengkritik.

Penutupan workshop oleh Dr. Rohlini.

Penutupan workshop oleh Dr. Rohlini.

Acara workshop ditutup oleh Dr. Rohlini, selaku Kabag Perencanaan Balitbangtan. Dalam kesempatan tersebut Dr. Rohlini mengungkapkan para peneliti harus bisa meningkatkan kemampuan menyampaikan hasil penelitian di depan umum.

Menurut Dr. Rohlini, dalam hal ini ada empat kriteria peneliti yaitu:

  1. pandai menulis KTI dan pandai menyampaikan/ presentasi di depan umum,
  2. pandai menyampaikan/ presentasi di depan umum namun tidak pintar menulis KTI,
  3. pandai membuat KTI namun tidak bisa menyampaikan di depan umum, dan
  4. tidak bisa menulis dan tidak bisa menyampaikan di depan umum.

Sehingga perlu adanya pembinaan agar kemampuan peneliti meningkat. Dalam akhir arahannya, Beliau menyatakan bahwa peneliti dituntut untuk dapat membuat karya tulis yang atraktif agar banyak dibaca orang.

KN/AK