Berita » Peningkatan Kompetensi PBT

pbt

Ketersediaan dan penggunaan benih bersertifikat pada tanaman pangan seringkali masih bermasalah untuk memenuhi konsep 6 Tepat. Pada tanggal 8–12 September 2014, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui BPSB Jawa Tengah melakukan Peningkatan Kompetensi Pengawas Benih Tanaman (PBT) di Surakarta, yang diikuti oleh petugas PBT dari 20 provinsi. Balitkabi diundang sebagai narasumber pada pertemuan tersebut untuk menyampaikan karakteristik morfologi aneka kacang terkait pelaksanaan sertifikasi yang disampaikan oleh Dr. Muchlish Adie. Disamping aneka kacang, juga disampaikan komoditas padi dari BB Padi. Mutu benih bersertifikat terkait langsung dengan kemampuan petugas PBT. Penguatan wawasan dan keterampilan petugas PBT harus terus-menerus ditingkatkan untuk selalu mendapatkan arus infomasi dan komunikasi terutama yang terkait dengan regulasi dan varietas terkini. Balitkabi menyampaikan secara rinci paparannya yang dimulai dengan tupoksi Balitkabi yang terkait dengan aneka kacang, genetika aneka kacang, proses perakitan varietas, varietas aneka kacang, fase tumbuh tanaman, dan karakteristik morfologi.

Pemaparan morfologi aneka kacang dan peserta PBT Dalam diskusi terungkap bahwa pengetahuan karakteristik morfologi aneka kacang belum banyak diketahui. Penyebabnya adalah masih sedikitnya penangkar yang berkecimpung pada penangkaran benih aneka kacang. Informasi tentang varietas terkini juga masih banyak yang belum mengetahui. Petugas PBT merasa sangat terbantukan dengan informasi yang disampaikan oleh Balitkabi. Apalagi pada saat pemaparan disampaikan sembilan buku yang terkait dengan produksi benih aneka kacang untuk seluruh peserta. Selamat bertugas PBT.

MM/EY