Berita » Peran Litbang Dalam Mewujudkan Pertanian Bioindustri Berkelanjutan

Peran Litbang dalam Mewujudkan Pertanian Bioindustri Berkelanjutan merupakan tema Rapat Kerja II Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2013, yang diselengggarakan pada tanggal 5–7 Desember 2013, di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta Bogor. Isu-isu strategis yang dibahas dalam Raker II ini antara lain: 1) Indikator Kinerja Utama dari target output Balitbangtan periode 2015-2019, 2) Penyususnan strategi percepatan penuntasan target program litkajibangrap tahun 2013-2014, 3) Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektur Jenderal dan BPK tahun 2010-2013, 4) Persiapan pelaksanaan kegiatan belanja modal 2014. Berdasarkan isu-isu tersebut di atas maka dalam Rapat Kerja II Balitbangtan, maka materi pokok yang dibahas sebagai dasar penyusunan Renstra tahun 2015-2019 adalah: 1) Rencana pembangunan jangka menengah bidang pertanian dan program 2015-2019 oleh Deputi SDA Bappenas, 2) Pandangan dan pemikiran mengenai penelitian dan pengembangan pertanian 2015-2019 oleh Prof. Dr. Agus Pakpahan, 3) Pemantap SPI dan Strategi penyelesaian LHP BPK dan Itjen, dan 4) Pemaparan draft renstra Balitbangtan 2015-2019. Kepala Badan Litbang Pertanian dalam arahannya mengatakan bahwa Renstra 2015–2019 harus ada peningkatan kualitas dari Renstra sebelumnya, oleh karena itu perlu memahami kondisi internal Badan Litbang Pertanian, terkait dengan Kementerian Pertanian, kondisi pertanian secara nasional dan internasional. Perbedaan visioner perlu dipertajam dan pertanian mendukung bioindustri perlu dipertegas peran pertanian dalam perkembangan industri masa depan. Draft Renstra 2015-2019 di fokuskan pada target capaian sasaran strategis: 1) Tersedianya varietas dan galur/klon unggul baru serta terdistribusinya benih/bibit sumber dalam mendukung sistem pertanian bio-industri berkelanjutan, 2) Tersedianya teknologi budidaya dan pasca panen, prototipe alsintan, didukung oleh teknologi nano, genomic, iradiasi, bioinformatik (IT) dan bioprosesing, mendukung sistem pertanian bio-industri berkelanjutan, 3) Tersedianya data dan informasi sumberdaya pertanian seperti lahan, air, iklim, dan sumberdaya genetik, 4) Tersedianya model inovatif diseminasi dan transfer teknologi pertanian, kelembagaan, organisasi dan rekomendasi kebijakan pertanian yang mampu mendukung sistim agribisnis berbasis bio-industri berkelanjutan, 5) Tersedianya publikasi dan karya tulis ilmiah dalam jurnal nasional dan internasional, HKI dan lisensi, serta perluasan jejaring kerja nasional dan internasional mendukung terciptanya lembaga kelitbangan pertanian yang andal dan terkemuka. Berdasarkan sasaran strategis Renstra 2015-2019 maka UK/UPT Badan Litbang Pertanian telah menyusun Indesk Kinerja Utama. Berkaitan dengan tindak lanjut LHP dari BPK dan Itjen Bapak Kepala Badan Mengharapkan KPA perlu meluangkan waktu untuk membaca dan memahami untuk segera membuat tanggapan. Rencana Persiapan pelaksanaan kegiatan belanja modal 2014 harus segera disusun agenda dan dimulai bulan Desember ini segera diumumkan dan diharapkan penyelesaian dapat ditargetkan bulan Agustus/September 2014.

Kepala Badan Litbang Pertanian dan Sekretaris Badan Litbang Pertanian saat memberikan arahan dan pembingkaian Raker II Badan Litbang Pertanian Raker Balitbangtan II di hadiri oleh 320 orang yang terdiri dari: Kepala Badan Litbang Pertanian, Perwakilan FKPR, Sekretaris Badan, Kepala Puslitbang Pusat/BB, Kepala Balai/Loka, Kepala Bidang dan Bagian UK/UPT Badan Litbang Pertanian, Kasubbag, Kasi TU Keuangan/Perlengkapan, Kasi Yantek/Kordinator Program, Peneliti dan Perekayasa/penyuluh. Delegasi Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi terdiri dari Kepalai Balai, Dr. Didik Hernowo,Prof. Dr. Marwoto Program, Prof. Dr. Arief Harsono Peneliti, Dr. Yusmani Prayogo Kasi Yantek dan Drs Subarkah wakil TU Balitkabi.Prof Marwoto