Berita » Percepat Langkah Invensi menuju Inovasi

aim

Seberapa banyak invensi lingkup Balitbangtan yang sudah termanfaatkan mulai digali lagi oleh BPATP melalui kegiatan FGD Promosi Percepatan Invensi menuju Inovasi di BPATP tanggal 5 Juli 2018. Peserta FGD sebanyak 30 lisensor produk Balitbangtan, dan dari Balitkabi diwakili oleh Dr. Rudi Iswanto dan B.S. Koentjoro, M.Si.

Inisiasi promosi oleh BPATP sudah dilakukan mulai 2015 dengan melakukan berbagai kegiatan promosi. Beberapa produk Balitkabi yang sudah dilisensikan diantaranya Iletrisoy (diberi merk dagang Agrisoy oleh PT Agro Indo Mandiri). PT AIM saat ini sudah mengantongi ijin edar, namun masih terkendala dalam pemasaran. Kacang hijau Vima 3 juga sudah dilisensi oleh CV SEMI. Berdasarkan keterangan Pak Santoso (CV SEMI), antusiasme petani untuk menggunakan varietas Vima 3 luar biasa. Sebelumnya, rata-rata provitas yang diperoleh petani yang menggunakan varietas lokal sebesar 1,2 t/ha, namun setelah menggunakan varietas Vima 3 hasil meningkat secara signifikan menjadi 1,9‒2,5 t/ha. Tentu dengan meningkatnya provitas kacang hijau diharapkan akan meningkat pula pendapatan petani.

“Saat ini, event-event yang digunakan untuk ajang promosi masih disupport oleh SmartD,” kata Retno Mulyandari (kepala BPATP). Dengan berakhirnya program SmartD pada tahun 2019, maka mulai tahun 2018 perlu dirancang bersama antara BPATP dengan seluruh unit kerja di lingkup Balitbangtan dan kalau perlu melibatkan juga Satker lain di Kementerian Pertanian serta melibatkan mitra kerja untuk keberlangsungan promosi invensi yang dihasilkan oleh Balitbangtan.

Invensi dari Balitbangtan perlu dipacu agar dapat diadopsi oleh end user, namun hambatan yang ada saat ini adalah perlu waktu yang lama. Invensi dari Balitbangtan yang banyak adalah varietas, dan dirasa masih perlu dilakukan promosi melalui berbagai media salah satunya melalui Geltek dan perlu melibatkan mitra lisensi.

BSK/RI