Berita » Perkembangan dan Siklus Hidup Tetranychus urticae

Tetranychus urticae (Acari: Tetranychidae), merupakan salah satu hama yang merusak pada tanaman pangan, sayur, dan tanaman hias lebih dari 1.100 tanaman pada 140 famili tanaman yang berbeda. Hama ini memiliki kemampuan meningkatkan ketahanannya terhadap pestisida berbahan akarisida dengan cepat di Jepang, ungkap Marida Santi Y.I.B., S.P., M.Agr., salah satu peneliti proteksi Balitkabi.

Suhu merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap perkembangan dan distribusi serangga. Pemahaman mengenai siklus hidup T. urticae sangat penting untuk memprediksi peledakan hama. Sejauh ini, perkembangan dan daur hidup T. urticae telah dipelajari pada kondisi suhu konstan.

Namun demikian, suhu konstan di laboratorium kurang merefleksikan aspek ekologi yang ada di lapangan. Hal tersebut yang mendasari dilakukannya studi tentang perbandingan perkembangan dan siklus hidup T. urticae pada suhu konstan vs suhu fluktuasi.

Diagram pengamatan pada T. Urticae

Diagram pengamatan pada T. Urticae

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup T. urticae lebih tinggi pada suhu yang berfluktuasi dibandingkan suhu konstan pada kisaran 10ºC−17,5ºC. Waktu perkembangan T. urticae menurun seiring dengan meningkatnya suhu baik dalam kondisi konstan maupun berfluktuasi.

Ambang suhu terendah untuk perkembangan dari telur hingga dewasa adalah 10,50ºC pada suhu konstan dan 9,23ºC pada suhu fluktuatif. Akumulasi suhu untuk perkembangan telur sampai dewasa adalah 143,95DD (Degree Days) pada suhu konstan dan 147,18DD pada suhu yang berfluktuasi. Tingkat kenaikan populasi alami lebih tinggi pada suhu fluktuatif 15ºC dan 30ºC daripada suhu konstan.

Suhu berfluktuasi tidak hanya mempengaruhi tingkat perkembangan T. urticae, tetapi juga berdampak pada kapasitas reproduksi, dan diduga berpengaruh pada pertumbuhan populasi hama yang berbeda/menyimpang dari populasi pada suhu konstan.

RTH