Berita » Perkokoh Riset Nasional

Rakornas bidang riset, di Bali, 26 Agustus 2019

Rakornas bidang riset, di Bali, 26 Agustus 2019

Peningkatan daya saing merupakan cita-cita bangsa Indonesia, yang dituangkan dalam program pembangunan nasional. Terbentuknya Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 – 2045 yang intinya merupakan konsep sinergisitas perencanaan di bidang riset yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional. Prioritas Riset Nasional yang berdurasi lima tahunan pada intinya juga merupakan penjabaran dari RIRN. Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti pada 26 Agustus 2019 bertempat di Bali, melakukan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Riset, diikuti oleh lembaga riset LK, LPNK, Perguruan Tinggi dan sektor swasta. Delegasi Balitbangtan dipimpin oleh Sekretaris Balitbangtan dan Litbang Pertanian, dan Balitkabi ikut serta pada rakor riset nasional tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Balitkabi Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S.

Direktur Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan menegaskan sasaran rakor nasional ini adalah membahas kebijakan riset dan anggaran PRN 2020-2024, dan arah kebijakan PRN yang dituangkan dalam bentuk penyusunan infografis, WBS (Work Breakdown Structure), action plan, dan perkiraan anggaran pada setiap bidang fokus. Rakornas Bidang Riset akan dilakukan setiap tahun.

Sebelum dilakukan sidang kelompok, rakornas diisi oleh dua narasumber tentang Anggaran litbang nasional (Direktur Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan) dan Kelembagaan riset dan pengembangan (Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birorasi).

Pada sidang kelompok Bidang Pangan, yang sebagai penanggung jawabnya adalah Balitbangtan, diantaranya mengnyinergikan program riset padi, jagung dan kedelai. Pada komoditas kedelai, sementara bermitra dengan Batan, BB Biogen, Unpad, UB, Balitbang Industri Kementerian Perindustrian, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Tindak lanjut dari rakornas untuk masing-masing bidang fokus adalah menyusun kegiatan penelitian terinci, SDM dan sumber pendanaan riset.

Peserta dari Balitbangtan dan sidang kelompok komoditas kedelai

Peserta dari Balitbangtan dan sidang kelompok komoditas kedelai

MMA