Berita » Persiapan Kegiatan GLIP Biodetas di Lampung

glipDalam rangka mendukung Tahun Perbenihan 2018, Balitkabi mengadakan kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) budi daya kedelai di lahan sawah tadah hujan (Biodetas) di Lampung. Pertanaman kedelai direncanakan seluas 40 ha dengan rincian 33 ha untuk introduksi teknologi budi daya yang sesuai untuk lahan tadah hujan, termasuk penggunaan varietas unggul, diantaranya Anjasmoro dan Argomulyo dibandingkan dengan teknologi existing yang biasa dilakukan petani (5 ha). Sisanya seluas dua hektar akan digunakan untuk kegiatan Biodetas plus yang dilengkapi dengan aplikasi pupuk hayati dan biopestisida nabati, serta satu hektar untuk superimpose berupa penggunaan beberapa varietas unggul baru, seperti Dena 1 dan Dega 1. Target akhir dari kegiatan ini adalah produksi benih kedelai minimal kelas ES dengan produktivitas 1,5 t/ha (total sekitar 60 ton).

Persiapan dan koordinasi kegiatan GLIP Biodetas dengan Kepala BPTP Lampung dan staf  serta Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur.

Persiapan dan koordinasi kegiatan GLIP Biodetas dengan Kepala BPTP Lampung dan staf serta Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur.

Paparan tersebut disampaikan oleh Kepala Balitkabi, Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D. yang memimpin Tim Biodetas dalam persiapan dan koordinasi dengan Kepala BPTP Lampung dan staf, Kepala BPSBTPH Provinsi Lampung, Kabid Budi Daya Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Lampung, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur pada tanggal 6−7 Maret 2018. Pada prinsipnya, rencana kegiatan Biodetas disambut dengan baik dan antusias oleh para pimpinan instansi tersebut. Kepala BPTP Lampung langsung menugaskan dua orang stafnya untuk mendampingi di lapangan. BPSB berjanji akan mengawal pertanaman di lapang untuk penerbitan sertifikatnya, demikian pula Dinas Pertanian untuk pendampingan di lapangan sekaligus merupakan pembelajaran bagi PPL karena saat ini produktivitas benih kedelai rata-rata masih cukup rendah (0,8 t/ha). Dinas Pertanian berharap kegiatan ini dapat bersinergi dengan kegiatan yang juga dilaksanakan di lokasi, seperti Desa Mandiri Benih dan CPCL (calon petani dan calon lokasi) yang tidak tumpang tindih dengan program dari Direktorat Budi Daya Akabi. Untuk itu, direncanakan lokasi berdekatan dengan kegiatan BPTP dan Dinas Pertanian, sehingga dapat merupakan satu kawasan pertanaman kedelai.

Lokasi yang pilih adalah Desa Arjo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Desa ini telah memiliki penangkar benih kedelai, yakni Bapak Nyoman Mawa yang diharapkan dapat membeli produksi benih hasil kegiatan Biodetas dan menambah/membina penangkar baru jika diperlukan. Pada saat kunjungan ke lokasi, tampak sawah yang masih ditanami padi dan diperkirakan akan panen sekitar satu bulan lagi. Untuk itu, telah disiapkan benih kedelai kelas SS milik UPBS BPTP Lampung produksi 2017 sebanyak dua ton (varietas Anjasmoro dan Argomulyo) yang saat ini tengah dicek ulang kualitasnya di BPSBTPH Provinsi Lampung.

Persiapan dan koordinasi kegiatan GLIP Biodetas dengan Kepala BPSBTPH Provinsi Lampung dan penyerahan buku Deskripsi Varietas Unggul Akabi untuk bahan acuan sertifikasi benih.

Persiapan dan koordinasi kegiatan GLIP Biodetas dengan Kepala BPSBTPH Provinsi Lampung
dan penyerahan buku Deskripsi Varietas Unggul Akabi untuk bahan acuan sertifikasi benih.

Kegiatan tanam kedelai direncanakan sekitar minggu kedua bulan April 2018. Tim Biodetas juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Pengujian Mutu Benih BPSBTPH Provinsi Lampung yang telah terakreditasi oleh KAN dan menyerahkan buku Deskripsi Varietas Unggul Akabi terbitan Balitkabi sebagai tambahan bahan acuan dalam mengawal sertifikasi benih. Semoga kegiatan Biodetas yang diawali dengan baik ini juga dapat berjalan dengan baik ke depan.

EG/AAR/JSU