Berita » Pertemuan Balitbangtan dengan Delegasi CIAT dan CIP

Peneliti Balitkabi (Dr. Sholihin, M.Sc) kembali lagi bergabung dalam Pertemuan Balitbangtan dengan delegasi CIAT (International Center for Tropical Agriculture) dan CIP (Centro Internacional De La Papa) di Jakarta, 2 April 2015. CIAT merupakan lembaga penelitian Internasional dengan mandat antara lain melakukan penelitian ubikayu.

Demikian juga CIP merupakan lembaga penelitian internasional dan memiliki tugas di antaranya melakukan penelitian ubijalar dan kentang. Secara informal Balitkabi sudah sering melakukan kerjasama dengan CIAT dan CIP yaitu pengiriman bahan plasma nutfah dan bahan pemuliaan dalam bentuk biji atau dalam bentuk kultur jaringan.

Tahun 2008, Balitkabi telah menerima biji ubikayu untuk diseleksi dan dievaluasi. Tahun 2015 beberapa klon yang berasal dari biji tersebut sedang diuji pada tahap ”Uji Adaptasi”. Tahun 2010, Balitkabi juga menerima klon-klon ubikayu dari CIAT dalam bentuk kultur jaringan.

Beberapa klon sedang diuji pada tahap “Uji Daya Hasil Lanjutan”. Para peneliti Balitkabi juga sering dilibatkan dalam “Regional Cassava Workshop” yang diadakan setiap 3 tahun. Pertemuan ke-9 dilakukan di China pada tahun 2011. Demikian juga untuk ubijalar. CIP juga sudah melakukan kerjasama dengan Balitsa (Balai penelitian tanaman sayur) untuk komoditas kentang, Bahkan kantor perwakilan CIP juga ada di Balitsa.

8-4-15

Maksud kedatangan delegasi CIAT dan CIP di Balibangtan adalah menginginkan mereka untuk bisa menjadi “partnership” dengan Balitbangtan secara formal dalam penelitian tanaman ubikayu, ubijalar, dan kentang. Dalam pertemuan tersebut delegasi CIAT dan CIP meminta informasi yang berkaitan dengan perakitan varietas ubikayu dan ubijalar.

Dijelaskan bahwa perakitan varietas ubikayu bertujuan untuk menghasilkan varietas unggul baru yang lebih unggul dari varietas yang ada dalam kaitannya dengan karakter hasil tinggi, kadar pati tinggi, umur genjah, tahan hama tungau, tahan hama kepinding (mealybug) dan penyakit busuk umbi.

Ada peluang perakitan varietas ubikayu bebas amilosa karena CIAT mempunyai tetua yang bebas amilosa. Perakitan varietas ubijalar bertujuan untuk menghasilkan varietas unggul baru yang lebih unggul dari varietas yang ada dalam kaitannya dengan karakter hasil ubi, kadar antosianin, kadar beta karotin, bahan kering, kadar pati, tahan karat, hama puru, dan kudis.

Dijelaskan bahwa CIP mempunyai program perakitan varietas ubijalar umur genjah yang targetnya umur 70 hari. Balitkabi bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Di samping itu, CIP mempunyai program pengembangan kentang dengan biji di Afrika.

Kegiatan penelitian bioteknologi, ubijalar bebas penyakit, sistem makanan, modeling sosial-ekonomi, plasma nutfah, finger printing, gene location, dan perubahan iklim juga sedang dilakukan di CIP. Dalam pertemuan ini, Balitbangtan (dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan) menawarkan kantor perwakilan CIAT dan CIP di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Di samping itu, Delegasi CIAT dan CIP diminta untuk segera merumuskan MOU dengan Balitbangtan dalam kaitannya dengan penelitian dan pengembangan ubikayu, ubijalar, dan kentang. Sehingga kerjasama Balitbangtan dengan CIAT dan CIP lebih maksimal.

Dr. Sholihin