Berita » Pertemuan Inovasi Teknologi Aneka Kacang dan Umbi

Peran kacang-kacangan dan umbi-umbian dalam mendukung program 4 sukses Kementerian Pertanian adalah: (1) Mendukung pencapaian swasembada kedelai 2014, (2) Meningkatan manfaat kacang-kacangan dan umbi-umbiansebagai bahan pangan alternatif yang potensial di masa depan sebagai wujud pencapaian diversifikasi pangan, (3) Peningkatan kualitas kacang-kacangan dan umbi-umbiansebagai bahan makanan fungsional, dan bahan baku industri akan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing, dan (4) Peningkatan produksi kacang-kacangan dan umbi-umbianmelalui penerapan inovasi teknologi yang efektif dan efisien akan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu revitalisasi komoditas kacang-kacangan dan umbi-umbianmemiliki arti penting dan strategis bagi pembangunan ekonomi masyarakat petanian. Untuk mengatasi senjang hasil antara produktivitas (akabi) dengan potensi hasil sesuai genetic tanaman AKABI masih tinggi dan diperlukan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi komoditas (akabi). Inovasi teknologi ini harus terus diupayakan secara optimal, walaupun dihadapkan pada dinamika tuntutan dan tantangan yang tidak ringan sehingga dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat pertanian Indonesia untuk mendukung peningkatan produksi akabi melalui penerapan inovasi teknologi. Petemuan inovasi teknologi kacang-kacangan dan umbi-umbiandiselenggarakan di Cisarua Bogor pada tanggal 18–20 September 2013, dengan tujuan: 1) Menyamakan persepsi dalam mengembangkan inovasi teknologi kacang-kacangan dan umbi-umbiandi tingkat petani, 2) Mentransfer inovasi teknologi terbaru dari lembaga/institusi kepada petugas, penyuluh yang akhirnya berujung kepada petani, 3) Memotivasi dan menggerakan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dalam pengembangan komoditas kacang-kacangan dan umbi-umbiani sehingga dapat dapat mendorong untuk berinfestasi pada peningkatan produksi tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian. Peserta pertemuan terdiri dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dari 25 Provinsi di Indonesia, Jajaran eselon II lingkup DirjenTanaman Pangan, Litbang Pertanian, Perguruan Tinggi, Perusahaan yang produknya berbahan baku akabi, Gakoptindo, Badan SDM, Badan Ketahanan Pangan Dirjen P2HP. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. Dr Maman Suherman dalam kata sambutannya menyatakan pentingnya inovasi teknologi untuk diterapkan dalam budidaya tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbianuntuk mensukseskan program 4 sukses Kementerian Pertanian: (1) Swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan dya saing dan (4) peningkatan pendapatan petani. Peran Litbang Pertanian dalam pertemuan ini adalah penyampaian inovasi teknologi hasil penelitian terkini meliputi: Varietas Unggul kacang-kacangan dan umbi-umbiandengan berbagai karakter keunggulannya, inovasi teknologi pengembangan kacang-kacangan dan umbi-umbianpada berbagai tipe agroekosistem, produk pupuk hayati dan organic, biopestisida yang disampaikan Prof. Dr. Marwoto.

Prof. Dr. Marwoto Balitkabi, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dan Kepala Dinas Pertanian Kab. Bogor


Peserta Pertemuan Inovasi Teknologi Aneka Kacang dan Umbi dari 25 Provinsi di Indonesia

Prof. Marwoto