Berita » Pertemuan Teknis Uji Profisiensi Balai Penelitian Tanah

profisiensiDalam upaya menjaga sistem mutu laboratorium dalam jangka panjang, diperlukan suatu mekanisme penilaian laboratorium yang dapat menilai unjuk kerja laboratorium secara periodik untuk kepentingan akreditasi atau pihak ketiga yang membutuhkan. Berdasarkan SNI ISO/IEC 17043:2010 disebutkan bahwa Uji Profisiensi (UP) adalah kegiatan untuk mengidentifikasi unjuk kerja laboratorium peserta melalui uji banding antar laboratorium.

Secara umum uji profisiensi dilakukan oleh laboratorium minimal satu kali dalam setahun, yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanah sebagai Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) secara nasional. PUP telah terakreditasi dengan nomor PUP-012-IDN dengan ruang lingkup yang sudah terakreditasi pada komoditi tanah (C-Organik, N dan pH), tanaman (N, P dan K) dan pupuk organik (C-Organik, N dan pH).

Laboratorium Kimia Tanah Balitkabi sebagai bagian dari Laboratorium Pengujian Balitkabi (LP-518-IDN) yang telah terakreditasi KAN sejak 25 Mei 2011 mengikuti Uji Profisiensi yang diselenggarakan oleh PUP Balittanah.

Sebagai tindak lanjut komunikasi antara penyelenggara dan peserta Uji Profisiensi, maka PUP Balai Penelitian Tanah (Balittanah) mengundang perwakilan dari Laboratorium Balitkabi sebagai peserta untuk Temu Teknis Hasil Uji Profisiensi yang dilaksanakan di Bogor, pada tanggal 28 Desember 2018 dan dihadiri oleh 36 peserta dari 25 institusi pemerintah, universitas, BUMN maupun swasta. Balitkabi diwakili oleh Ekmi Luksmiawati Y., S.Si.

Temu teknis ini menitikberatkan pada harmonisasi metode pengujian tanah, tanaman dan pupuk organik agar tidak terjadi sebaran data yang terlalu jauh antar peserta. Selain itu PUP Balittanah juga menyampaikan laporan hasil uji profisiensi seluruh peserta berikut interpretasinya.

Hasil uji profisiensi Laboratorium Kimia Tanah Balitkabi pada umumnya sudah baik kecuali pengujian N Total tanah metode N Kjeldahl diperingatkan. Hal tersebut terjadi karena belum seragamnya metode pengujian antar laboratorium dalam lingkup Balittanah. Tentu saja dengan temu teknis ini diharapkan dapat memberikan jalan keluar dari lebarnya variasi data hasil analisis.

ELY