Berita » Peserta ICRTC Berkunjung ke Balitkabi

Tanggal 11 Oktober 2017, para peserta International Conference on Root and Tuber Crops (ICRTC) berkunjung ke Balitkabi sebagai salah satu lembaga penelitian yang menangani penelitian tanaman aneka Umbi. Peserta disambut langsung oleh Kepala Balitkabi Dr. Joko Susilo Utomo didampingi oleh beberapa peneliti Balitkabi. Dr. Joko menyatakan bahwa Balitkabi adalah lembaga penelitian di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia, yang memiliki mandat penelitian tanaman aneka kacang dan umbi.

icrtc1

Dr. Joko langsung mengajak para peserta ICRTC meninjau Laboratorium Kimia dan Teknologi Pangan. Ir. Erliana Ginting, M.Sc. dan Rahmi Yulifianti, S.TP. memandu dan memberi penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan di laboratorium ini. Kunjungan dilanjutkan ke Laboratorium Tanah dan Tanaman yang dipandu oleh Dr. A.A. Rahmianna.

icrtc2

Peserta ICRTC juga berkesempatan melihat koleksi tanaman yang ada di lapangan dipandu oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, M.S. dan Dr. Febria Cahya Indriani. Beberapa koleksi ubi kayu dan ubi jalar menarik perhatian peserta. Dr. Byju dari India menanyakan karakteristik varietas ubi kayu yang ada di lapangan dan mengatakan bahwa diantara koleksi plasmanutfah di India berasal dari Indonesia. Dr. Becerra dari CIAT-Colombia menyampaikan, di Colombia, ubi kayu rasa enak memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada ubi kayu pahit. Hal ini bertolak belakang dengan yang ada di Indonesia. “Justru di Indonesia, varietas rasa enak memiliki produktivitas lebih rendah dibandingkan dengan varietas pahit yang untuk industri”, ujar Ir. Erliana.

icrtc3

Saat meninjau Unit Produksi Benih Sumber peserta diterima oleh Ir. Trustinah, M.S. Prof. Nguyen Van Dong dari Vietnam sangat antusias menggali informasi mengenai kedelai. Yang menarik perhatian Prof. Dong adalah varietas kedelai hitam. “Apa perbedaan varietas Detam 1 hingga Detam 4?”, tanya Prof. Dong. Beliau juga menceritakan bahwa di Vietnam, kedelai dengan warna hilum hitam tidak disukai industri tahu karena akan mempengaruhi warna tahu yang dihasilkan. Disamping itu di sana ukuran biji tidak dipermasalahkan karena kedelai hanya digunakan untuk membuat tahu, tidak untuk bahan baku tempe.

KN