Berita » Petani Mojokerto Tertarik Ubi Jalar Varietas Antin 1

Temu Lapang  Pengembangan Ubi Jalar “ di Poktani “Tani Jaya” desa Nogosari kec. Pacet, kab. Mojokerto, 26 September 2019

Temu Lapang Pengembangan Ubi Jalar “ di Poktani “Tani Jaya” desa Nogosari kec. Pacet, kab. Mojokerto, 26 September 2019

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jawa Timur melalui Dinas Pertanian Mojokerto menggelar “Temu Lapang Pengembangan Ubi Jalar “ Kelompok Tani “Tani Jaya” desa Nogosari kec. Pacet, kab. Mojokerto pada Kamis, 26 September 2019. Temu lapang atau Farm Field Day (FFD) merupakan ajang pemberdayaan petani serta wahana bertukar infomasi antara petani, peneliti, penyuluh dan pengusaha khususnya ubi jalar.

Peserta FFD berjumlah 35 orang petani ubi jalar dari desa Nogosari kec. Pacet, kab. Mojokerto. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jawa Timur diwakili oleh Kasi Akabi Bapak Kusworo, S.P., M.Agr. Pada kegiatan tiga narasumber dihadirkan yaitu dari Balitkabi Joko Restuono, S.P, POPT Kab. Mojokerto bapak Wito serta bapak Munali pengusaha olahan berbasis ubi jalar dari desa Kemiri, kec pacet, Mojokerto.

Acara dibuka oleh Ibu Wastutik dari Dinas Pertanian Mojokerto. Disampaikan agar petani peserta FFD menggunakan kesempatan ini untuk menggali informasi sebanyak mungkin tentang ubi jalar dari narasumber.

Pada acara ini juga dilaksanakan kunjungan lapang ke area penanaman ubi jalar seluas satu hektar. Ubi jalar yang ditanam merupakan varietas Sawentar. Varietas Sawentar adalah varietas ubi jalar yang dirilis Balitbangtan tahun 2006. Hal ini membuka peluang baru pengenalan varietas ubi jalar yang baru, karena varietas Sawentar termasuk varietas ubi jalar yang telah lama dirilis.

Narasumber dari Balitkabi sedang menyampaikan materi teknologi budi daya ubi jalar

Narasumber dari Balitkabi sedang menyampaikan materi teknologi budi daya ubi jalar

Hamparan ubi jalar di desa Nogosari, Pacet, Mojokerto

Hamparan ubi jalar di desa Nogosari, Pacet, Mojokerto

Joko Restuono dari Balitkabi memaparkan teknologi budi daya dan pengenalan varietas ubi jalar. Petani sangat antusias mengikuti presentasi maupun diskusi. Permasalahan di lapang seperti produksi ubi jalar yang rendah serta serangan hama umbi didiskusikan. Disampaikan Joko penggunaan stek terus menerus akan mengakibatkan penurunan hasil yang cukup signifikan, untuk itu dijelaskan metode pengelolaan dan perbanyakan stek yang benar.

Dikenalkan juga oleh Joko, varietas ubi jalar unggul baru berwarna ungu yaitu Antin 1, Antin 2, dan Antin 3. Hal ini menarik minat pengusaha olahan ubi jalar Bapak Munali yang langsung tertarik dengan Antin 1 untuk diolah menjadi keripik ubi jalar. Tak kalah dengan pengusaha, para petani juga tertarik untuk mengembangkan varietas ubijalar ungu tersebut.

Kegiatan temu lapang ditutup oleh Kasi Akabi Distan Prov. Jawa Timur, Kusworo yang juga menjanjikan akan diadakan kegiatan pengembangan ubi jalar ungu pada tahun 2020. Akhirnya tepuk tangan meriah dari para peserta terdengar menandakan siap menyambut pengembangan ubi jalar varietas unggul dari Balitbangtan.

 

JR