Berita » Petugas Perbenihan Sumbar dan NAD Dalami Perbenihan

a.sumbar-aceh_4

Geliat peningkatan produksi kedelai terus menjalar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Peranan benih unggul sangat menentukan keberhasilan produksi kedelai. Di beberapa wilayah, benih kedelai merupakan faktor yang menjadi kendala pengembangan kedelai. Untuk mengatasi hal tersebut penyediaan benih kedelai dalam jumlah besar di di wilayah pengembangan kedelai perlu ditingkatkan.

Untuk tujuan itu, dua puluh satu tamu terdiri dari lima staf Balai Benih Induk Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, dan 16 petugas dan petani dari Provinsi Aceh mendalami perbenihan kedelai dan kacang tanah selama empat hari. Pada hari pertama, Selasa (28/5), para tamu tersebut diterima oleh Prof Arif Harsono, pelaksana harian Kepala Balitkabi. Selanjutnya para tamu diperkenalkan dengan tugas pokok, mandat Balitkabi, dan hasil-hasil penelitian Balitkabi oleh Achmad Winarto.

Pada kesempatan selanjutnya, materi perbenihan kedelai diberikan kepada tamu kedua provinsi, yang disampaikan oleh pemulia kedelai, Dr Novita Nugrahaeni. Sementara untuk materi perbenihan kacang tanah yang dikhususkan untuk tamu dari Bumi Rencong, disampaikan oleh Ir Joko Purnomo, M.S. Dr Novi dan Dr Joko menguraikan penjelasan teknologi produksi benih kedelai mulai pemilihan varietas, budidaya, pengendalian hama penyakit, yang akan ditanam hingga siap dijual menjadi benih.

Usai penjelasan di kelas mereka dibawa untuk langsung melihat praktik pengelolaan perbenihan di lapang dan UPBS serta praktik persilangan di rumah kasa. Praktik seleksi dan grading juga diperagakan di UPBS dan KP Kendalpayak dengan mesin grader “made in Balitkabi”. Di lapang, mereka dibimbing oleh Cipto Prahoro, S.P., yang juga Kepala KP Kendalpayak.

Saat pulang para tamu tersebut juga membeli beberapa benih BS kedelai untuk dikembangkan di daerah asal. Semoga sukses mengembangkan.

AW