Berita » Pohongku, Pohong Kita

Singkong Keju Presto beku” Pohongku” siap merambah pasar milenial

Singkong Keju Presto beku” Pohongku” siap merambah pasar milenial

Sumber pangan lokal di negara kita sangat melimpah. Masalahnya, bagaimana mencitrakan olahan pangan lokal menjadi lebih indah dan membahagiakan penikmatnya, tentu selain pilihan akan nilai gizinya. Ubi kayu (bahasa Jawa = pohong, singkong dan lain sebagainya) merupakan sumber pangan yang telah menjadi bagian keseharian masyarakat Indonesia.

Di tangan Pak Pujiono petani milenial dari daerah Tajinan Kab. Malang, ubi kayu dicitrakan sebagai sumber pendapatan, melalui produksi pohong keju. Mengangkat sumberdaya lokal sebagai bidang usaha, bukanlah hal yang baru bagi Pak Puji. Beberapa tahun yang lalu , Pak Puji bersama petani binaannya mengawali dengan berusahatani ubi jalar varietas Ase Putih. Namun pada saat hasil ubi melimpah, ternyata mitra usahanya tidak mengambil ubi tersebut, ratusan juta menjadi tanggungan Pak Puji. Kejadian tersebut tidak mematahkan semangat petani milineal ini, yang sekarang beralih pada usaha singkong keju yang dibekukan, dengan label produk Singkong Keju Presto “Pohongku”.

Di sekitar rumah Pak Puji di Tajinan, petani mengenal tiga varietas lokal ubi kayu, namun yang dipilih untuk produk “Pohongku” adalah varietas lokal Tapak Urang. Pak Puji harus berkeliling ke lahan petani penanam ubi kayu, demi mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Persyaratan itu adalah varietas lokal Tapak Urang serta ubi dari tanaman yang berumur sekitar 5 bulan. “Pada umur tersebut, diperoleh ukuran ubi belum terlalu besar sehingga mudah dalam pengepakan, belum terlalu berserat, dan juga ubi belum terlalu keras”, jelas Pak Puji.

Saat ini peminat produk “Pohongku” mulai meluas. Pilihan akan bahan baku yang digunakan menjadi kunci produknya, urai Pak Puji. Semoga dengan pangan lokal, semakin indah dan bahagia.

pohongku1 pohongku2
Sajian pohong keju dan Pak Pujiono pengusaha singkong keju beku “Pohongku”

MMA