Berita » Ponorogo Panen Raya Padi, serta Tanam Jagung dan Kedelai

ponorogo

Panen raya padi, tanam jagung–kedelai, dan temu wicara dalam rangka program intensifikasi dan ektensifikasi, dilaksanakan di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukarejo, Kabupaten Ponorogo pada tanggal 8 April 2016. Acara diawali dengan panen padi oleh Wakil Bupati Kabupaten Ponorogo, Dirjen Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring mewakili Menteri Pertanian, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam, Komandan Korem Madiun, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur. Kemudian diteruskan dengan acara tanam perdana kedelai dan jagung. Temu Wicara diikuti sekitar 500 orang, terdiri dari para petani, ketua kelompok tani, penyuluh, peneliti dan Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Magetan, Pacitan.

Wakil Bupati Ponorogo dalam kata sambutannya menyatakan bahwa Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mempunyai keunggulan di bidang pertanian. Tingkat produktivitas padi, jagung, dan kedelai di atas rata-rata Jawa Timur dan Indonesia, sebagai contoh tingkat produktivitas kedelai di Ponorogo mencapai 1,648 t/ha, sedang rata-rata nasional 1,5 t/ha. Selanjutnya Wakil Bupati mengatakan bahwa Visi Kabupaten Ponorogo pada tahun 2016–2019 adalah terbangunnya sistem pertanian modern. Program ke depan adalah mewujudkan Ponorogo sebagai penghasil pangan dengan sistem organik. Visi ini diangkat karena 73% masyarakat Kabupaten Ponorogo mata pencahariannya dari sektor pertanian. Oleh karena itu sektor pertanian harus mempunyai produk unggulan. Untuk mewujudkan visi tersebut masih terkendala oleh: (a) pemakaian benih unggul masih terbatas dan perlu ditingkatkan, (b) penyediaan benih terlambat, program desa mandiri benih perlu digiatkan, (c) alokasi pupuk masih kurang tepat, dan (d) minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian terutama tanaman pangan masih kurang, untuk itu sistem program mekanisasi pertanian harus dipercepat.

Sementara itu, Bapak Ibnu Multazam (Wakil komisi IV DPR RI) mengatakan bahwa penghasil pangan untuk menuju kedaulatan pangan ada di tangan petani, dan oleh karena itu petani harus dibantu dari sisi teknologi, peralatan, sarana produksi, dan jaminan pasar. Untuk meningkatkan gairah generasi muda harus ada perubahan dari sistem manual menuju sistem mekanisasi. Bapak Hasil Sembiring selaku Dirjen Tanaman Pangan mengatakan bahwa pemerintah telah banyak membantu kebutuhan petani dengan adanya bantuan traktor pengolah tanah, tanam, dan panen, pompa air, kendaraan roda 3 di Kabupaten Ponorogo dalam jumlah yang cukup. Bila masih ada kekurangan, Pemda disarankan untuk membuat proposal pengajuan alat-alat pertanian ke Kementerian Pertanian.


Tanam Perdana Kedelai dan Temu Wicara bersama Wabup Ponorogo, Dirjen Tan. Pangan, Komandan Korem, dan Wakil Komisi IV DPR RI.

MWT