Berita » Potensi Aneka Kabi di Bawah Tegakan Kayu Putih

1-k.-putih-4

Minyak kayu putih, sudah tidak asing bagi kita. Tetapi bentuk tanaman dan potensi lahan yang ada di bawah tegakan hutan kayu putih barangkali banyak yang perlu tahu. Di Ponorogo saja, menurut Prof. Marwoto, luas lahan hutan kayu putih mencapai 3.700 ha, belum di provinsi lain.  Potensi lahan di bawah tegakan hutan kayu putih sangat berbeda dengan aneka pohon tahunan yang lain, misalnya, jati, karet, kelapa sawit dan sebagainya.  Mengapa? Kayu putih selalu dipangkas, daunnya disuling untuk minyak kayu putih, sehingga tekanan naungan sangat kecil (10–20%), intensitas cahaya tidak terlalu mengganggu tanaman lain yang ada di bawah tegakan kayu putih.  Bandingkan dengan hutan kayu jati, lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman lain, maksimal hingga pohon jati berumur 5 tahun.

Di hutan kayu putih Ponorogo, pemanfaatan lahan untuk produksi kedelai sudah lama dilakukan.  Observasi lapang, 9 Mei 2012 di areal hutan kayu putih Ponorogo, ternyata para pesanggem mulai melirik untuk aneka kabi yang lain.  Kacang tanah dan kacang hijau telah mulai ditanam di antara tegakan kayu putih.  Bahkan di pinggir lahan hutan kayu putih mulai ditanami ubikayu, tentu pada areal yang tidak mengganggu tanaman kayu putih. Artinya, empat komoditas utama Balitkabi, kecuali ubijalar, berpotensi dikembangkan di bawah tegakan hutan kayu putih.

Obrolan infromal bersama pesanggem; kaos merah Ketua LMDH

Obrolan dengan petani pesanggem, beserta Ketua LMDH, Bapak Suroso, memang sangat mengharapkan tidak hanya kedelai yang dikembangkan, minat menanam kacang tanah dan kacang hijau sangat besar. Pesanggem telah beberapa kali menanam kacang tanah dan kacang hijau, hasilnya menggembirakan.  Kacang tanah bisa memberi hasil 3 ton polong segar, kacang hijau bisa 0,8 t/ha; walaupun varietas yang ditanam tidak jelas asal usulnya, urai Pak Suroso.  Sangat diharapkan bimbingan dan bantuan varietas kacang tanah dan kacang hijau yang hasilnya tinggi; sekaligus dengan cara budida­yanya yang benar.  “Jangan hanya kedelai pak….”, permintaan petani pesanggem.

Hutan kayu putih (kiri) dan daunnya siap dibawa ke pabrik (kanan)

Potensi aneka kabi di bawah tegakan kayu putih