Berita » Potensi Kecamatan Paliyan Gunung Kidul sebagai Penghasil Ubikayu

BPTP Yogyakarta saat ini sedang giat melakukan kajian mengenai budidaya ubikayu dan olahan pangan berbasis ubikayu. Guna meningkatkan pengetahuan petani tentang ubikayu, maka BPTP Yogyakarta menyelenggarakan workshop “Budidaya Ubikayu Sistem Baris Ganda dan Teknologi Budidaya Ubikayu untuk Perbenihan”.

Acara diselenggarakan di Dusun Namberan, Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 01 Juni 2016 dan dihadiri oleh peneliti BPTP Yogyakarta, Camat Paliyan, Kepala Desa Karang Asem, PPL Kecamatan Paliyan, dan kelompok tani ubikayu. Acara workshop dibuka oleh Kepala BPTP Yogyakarta, yang diwakili oleh Bapak Drs. Supriyadi.

Dalam sambutannya, Drs. Supriyadi menyampaikan bahwa BPTP memiliki tugas yang salah satunya adalah mencari teknologi terapan dan spesifik lokasi untuk produksi pangan yang baik, sehat, dan aman terhadap lingkungan. Karena lingkungan telah melayani kebutuhan manusia (Bio-service).

Dalam rangka menjaga dan memanfaatkan lingkungan sebaik mungkin, maka BPTP Yogyakarta mengadakan kegiatan workshop ini. Bapak Camat Paliyan yang diwakili oleh Bapak Hartoko selaku Kasie Pemberdayaan Masyarakat Desa, menyampaikan bahwa daerah Gunung Kidul memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa.

Sosialisasi mengenai teknologi budidaya tanaman pangan sudah beberapa kali dilakukan dan mempunyai dampak positif terhadap kemajuan pengetahuan para petani. Sehingga diharapkan dari kegiatan workshop ini, petani dan PPL dapat memperoleh tambahan ilmu lagi untuk dapat diterapkan di daerah masing-masing, bahkan ditularkan ke daerah lain.

Kegiatan workshop diisi dengan tiga materi yaitu:

  1. Teknologi Budidaya Ubikayu Sistem Baris Ganda, dan
  2. Teknologi Budidaya Ubikayu untuk Perbenihan, kedua materi tersebut disampaikan oleh Dr. Kartika Noerwijati dari Balitkabi, serta
  3. Prosedur Sertifikasi Bibit Ubikayu disampaikan oleh Bapak Ismarwoto dari BPSB DIY.

Petani sangat antusias dalam mengikuti workshop dan memiliki keinginan untuk menerapkan teknik tumpangsari baris ganda untuk memperbaiki teknik tumpangsari yang selama ini dilakukan di sana. Hasil ubikayu di Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul sebenarnya sudah bagus yaitu dapat mencapai sekitar 40 t/ha dengan pemberian pupuk 250 kg Urea + 150 Phonska ditambah dengan pupuk kandang sekitar 2,5 t/ha. Varietas yang ditanam adalah Adira 4, UJ 5, Malang 4, dan Darul Hidayah.

Hasil Varietas Darul Hidayah bahkan bisa mencapai 60 t/ha. Karena bisa menghasilkan umbi yang tinggi tersebut, maka Varietas Darul Hidayah sangat diminati oleh petani di daerah Namberan. Selain hasil tinggi, berdasarkan keterangan Bapak Suratman selaku ketua kelompok tani, Darul Hidayah dapat dimanfaatkan semua bagian tanamannya mulai dari daging umbi, kulit umbi, bonggol, batang, dan daun.

Penyampaian materi dari Balitkabi oleh Dr. Kartika Noerwijati (kiri), dan Foto bersama para peserta workshop (kanan).

Penyampaian materi dari Balitkabi oleh Dr. Kartika Noerwijati (kiri), dan Foto bersama para peserta workshop (kanan).

Daging umbi digunakan untuk produk olahan seperti getuk, keripik, tape, dan tiwul, sedangkan bonggol, batang, dan daun digunakan untuk pakan ternak. Sekitar 90% umbi daerah Namberan dan sekitarnya digunakan untuk bahan baku gaplek, sisanya 10% untuk konsumsi segar. Harga ubikayu segar saat ini berkisar antara Rp1.200 hingga Rp1.500, sedangkan harga gaplek sekitar Rp1.800 hingga Rp2.500 per kilogram.

KN