Berita » Potret Pemanfaatan Lahan Kering

Pertanaman di lahan kering (31/1/2021)

Pertanaman di lahan kering (31/1/2021)

Lahan kering selalu menjadi perhatian, kadangkala dari sisi keterbatasan irigasi, kendala keharaan tanah, dan sebagainya. Tetapi jangan disangka, di beberapa kawasan, justru lahan kering mampu dioptimalkan penggunaannya, ditanami dengan berbagai kombinasi jenis tanaman. Bahkan terdapat lahan kering yang dioptimalkan melalui kombinasi tanaman jagung, bawang merah, dan lombok.

Pada lahan kering di perbatasan Malang Selatan dengan Blitar, petani sudah terbiasa dengan menanami paling tidak dengan tiga jenis tanaman, yaitu jagung, lombok dan kedelai. Penuturan Pak Jarwo (Malang Selatan) dan Pak Hari (Blitar), pola tanam seperti itu sudah lama diterapkan oleh para petani di lahan kering. Jagung ditanam pada awal musim penghujan, pada saat jagung berumur sekitar 1 bulan, diantara tanaman jagung ditanami cabe (lombok). Setelah tanaman jagung menjelang tua, daun dirempes, kemudian kanan kiri barisan jagung ditanami kedelai.

Ketika ditanyakan, apakah pertumbuhan kedelai tidak terganggu? Petani menjawab kalau pertumbuhan kedelai lebih cepat dibandingkan cabe, sehingga tidak perlu khawatir kedelai akan tertekan oleh lombok. Pertanaman lombok akan dipertahankan hingga musim kemarau. Sambil berkelakar petani menyampaikan kalau harga lombok sedang mahal, pola tanam seperti ini akan sangat menguntungkan. Oleh karena itu, pola tanam demikian dirasa cukup efektif bagi petani. Rempesan daun jagung dapat digunakan untuk pakan.

Wilis dan Anjasmoro merupakan varietas kedelai yang populer pada kawasan tersebut. Cerita petani, Wilis dan Anjasmoro sama-sama berpolong banyak, namun Anjasmoro lebih ngepang (bercabang) dibandingkan dengan Wilis, sehingga seringkali hasil Anjasmoro lebih tinggi dibandingkan dengan Wilis.

Lahan kering, penyumbang pendapatan petani, mensejahterakan petani.

kering1 kering2 kering3
Jagung, lombok, dan kedelai di lahan kering.

MMA/Arifin