Berita » Presiden dan Mentan: Panen Jagung, Tanam Kedelai

Provinsi Jawa Timur masih konsisten sebagai pemasok utama kebutuhan pangan PJK (padi, jagung, kedelai) nasional. Setelah pagi harinya, 6 Maret 2015, Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman, melakukan panen raya padi, siang harinya dilanjutkan dengan melakukan panen jagung dan tanam kedelai di Desa Sidoarjo, Pulung, Ponorogo, di areal Perhutani, dibawah tegakan kayu putih.

Areal Perhutani yang potensial untuk budidaya kedelai seluas 3.040 ha. Pada awal musim hujan ditanami jagung dan dilanjutkan dengan penanaman kedelai, dan varietas kedelai dominan yang digunakan petani adalah Gepak Kuning.

9-3-15

Presiden Jokowi menegaskan kembali dihadapan petani dan pejabat pemerintah, bahwa pemerintah telah bertekat menghentikan impor beras. Laporan petani, rata-rata produksi jagung sekitar 5 t/ha. Tugas petani, menurut Presiden Jokowi, piye carane hasilnya meningkat menjadi 8 t/ha.

Lahan kita subur, pemerintah akan memperhatikan penuh terhadap sarana-prasarana yang diperlukan untuk tujuan meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Pemerintah tahu dan mengerti, harga seringkali menjadi kendala. Semuanya sedang dipikirkan, termasuk merumuskan meningkatkan harga gabah.

Kedelai di bawah kayu putih, Presiden tanam kedelai. Pemanfaatan lahan di bawah tanaman tahunan, telah diantisipasi dan disiapkan teknologinya oleh Balitbangtan. Bahkan pada tahun 2012, Balitbangtan telah melakukan gelar teknologi budidaya kedelai di bawah tanaman kayu putih, hasil kedelai sekitar 2,10 t/ha.

Pada tahun 2015, dalam Pedoman Teknis Peningkatan Produksi Kedelai, Jawa Timur ditargetkan penanaman kedelai seluas 230.950 ha, yang terdiri dari GP PTT 54.250 ha, PAT PIP 53.800 ha dan Swadaya seluas 122.900 ha. Presiden mengajak petani untuk bekerja keras.

Menurut Mentan, produksi kita jangan sampai kalah dengan negara lain. Benih dan pupuk akan disediakan oleh pemerintah, jaringan irigasi akan dipercepat perbaikannya. mari tingkatkan produksi PJK di negara kita.

MMA