Berita » Produksi LL Mandiri Benih Kedelai di Maros diprediksi >2 t/h

Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Kedelai bertujuan untuk melatih para calon penangkar atau penangkar benih kedelai agar mampu menyediakan benih yang berkualitas di desa setempat atau desa di sekitarnya. Balitkabi pada tahun 2016 mempunyai tugas pokok mendampingi delapan provinsi salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Maros.

Peneliti pendamping untuk Provinsi Sulsel dari Balitkabi yaitu; Dr. Yusmani Prayogo, Dr. Agustina Asri Rahmianna, dan Apri Sulistyo, MSi. Pada tanggal 15−17 Juni 2016 ketiga peneliti Balitkabi melakukan observasi pertanaman LL yang sudah ditanam pada tanggal 28 April 2016 oleh kelompok tani Parang Lamber di Desa Toddo Limae, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros yang diketui oleh DG. Latte.

Benih yang ditanam adalah empat VUB meliputi Gema, Dering, Argomulyo, dan Dena 1 yang semuanya merupakan benih dari UPBS Balitkabi. Keempat varietas yang ditanam pada tanggal 28 April 2016 dilakukan tanam ulang (sulam) berkisar 20−30% disebabkan lahan yang digunakan posisinya lebih rendah sehingga banyak air yang menggenang akhirnya tanaman mati sehingga pada waktu pengamatan keragaan tanaman tidak seragam pertumbuhannya.

Meskipun demikian, keragaan tanaman cukup subur dan polong yang terbentuk juga banyak meski lahan tidak diberi pupuk organik. Akan tetapi lahan setelah padi diberi pupuk NPK berupa Phonska 200 Kg + Urea 250 Kg + SP36 100 Kg/ha.

Dari hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa keempat VUB yang ditanam memiliki jumlah polong di atas 35 buah tiap tanaman sehingga jika dalam pengisian biji berlangsung baik dan tidak ada serangan hama pengisap maupun penggerek polong, maka diprediksi mampu menghasilkan biji lebih 2 t/h.

Hasil dari kegiatan LL diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih kedelai di Desa Toddo Limae atau desa sekitarnya. Berdasarkan keterangan Ketua Gapoktan setempat bahwa hasil panen kedelai di desa tersebut akan dijual keluar Maros, biasanya dikirim ke daerah Wajo atau yang lain.

Mengingat hasil keragaan tanaman LL cukup baik maka berdasarkan diskusi dengan Ketua Gapoktan dan Koordinator Komoditas dari BPTP Sulsel (Ir. Abdul Fatah, MS), pada waktu panen akan mengundang beberapa pejabat Badan Litbang Pertanian dan pejabat terkait untuk melakukan panen raya bersama anggota gapoktan yang akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Keragaan tanaman kedelai varietas Dering, Gema, Dena 1 dan Argomulyo di LL Desa Toddo Limae, Kabupaten Maros.

Keragaan tanaman kedelai varietas Dering, Gema, Dena 1 dan Argomulyo di LL Desa Toddo Limae, Kabupaten Maros.

Keragaan polong kedelai yang terbentuk di LL Desa Toddo Limae, Kabupaten Maros.

Keragaan polong kedelai yang terbentuk di LL Desa Toddo Limae, Kabupaten Maros.

YP