Berita ยป Kedelai Sangat Menguntungkan di Kab Tuban

tuban

Menemukan kacang tanah di Kabupaten Tuban tidaklah sulit. Kab Tuban memang salah satu sentra kacang tanah di Jawa Timur dengan luas mencapai 31.000 ha setiap tahunnya. Daerah ini juga merupakan lumbung padi dan jagung dengan luas masing-masing 87.800 ha dan 93.800 ha. Bagaimana dengan kedelai? Luas pertanaman kedelai di Tuban pada tahun 2012 adalah 2.000 ha, sangat kecil dibanding dengan kabupaten lain seperti Banyuwangi (54.334 ha), Lamongan (35.997 ha), Ngawi (34.534 ha), Sampang (34.501 ha), Bojonegoro (32.751 ha), dan Ponorogo (31.616 ha). Salah satu kecamatan penghasil kedelai di Tuban adalah Kecamatan Plumpang. Di Kecamatan Plumpang, kedelai banyak ditanam di Desa Plandirejo pada lahan sawah setelah padi ke-1, yaitu ditanam pada bulan Februari, dengan pola tanam padi-kedelai-padi. Menurut penuturan Pak Tamiaji, Ketua Kelompok Tani Tlatah Subur yang merangkap Ketua Gapoktan Dwi Tunggal, semenjak beliau anak-anak kedelai sudah ditanam petani. Artinya kedelai di desanya sudah dibudidayakan lebih dari 40 tahun. Luas pertanaman kedelai di desa ini mencapai 100 ha. Produktivitas kedelai di wilayah ini cukup tinggi (>2 t/ha). Bahkan pada tahun 2013, varietas Wilis yang ditanam dengan disebar mampu menghasilkan 3,3 t/ha (sekitar 3,1 t/ha pada kadar air 12%), papar Pak Ji (panggilan akrab beliau). Petani Plandirejo mendapatkan pasokan benih dari Nganjuk, harganya Rp 12.000/kg. Hasil panen kedelainya pun, biasanya dibeli penangkar benih dari Nganjuk dengan harga Rp 7.500/kg. Sayangnya Pak Ji lupa nama penangkarnya. Petani di wilayah ini selalu menanam kedelai karena menguntungkan. Petani Desa Plandirejo membuktikan pengaruh positif dari pertanaman kedelai terhadap kesuburan lahannya. Pak Ji dan teman-temannya menginformasikan bahwa setelah ditanami kedelai, tanah sawahnya menjadi lebih remah, gampang diolah, pupuk untuk padi bisa berkurang, dan produksi padi meningkat. Hasil kedelai yang menguntungkan tersebut diperoleh petani Plandirejo dengan menerapkan budidaya kedelai sebagai berikut. (1) Jerami dibersihkan, kemudian dibuat bedengan selebar 1,6 m, berikutnya (2) benih kedelai varietas Wilis ditanam dengan disebar. Cara sebar dilakukan karena kondisi tanah yang becek menyebabkan benih banyak tidak tumbuh jika ditanam dengan cara ditugal. Selanjutnya, (3) setelah tanam jerami ditutupkan sebagai mulsa, diiikuti (4) pemupukan dengan Phonska 75 kg/ha dan Petroganik 500-600 kg/ha. Pengendalian hama secukupnya. Berdasarkan penuturan kawan-kawan petani, pendapatan petani dari budidaya kedelai tergolong tinggi. Berikut rincian analisis sederhana usahataninya.

Analisis usaha tani kedelai luasan 1,2 ha di Desa Plandirejo, Plumpang, Tuban tahun 2013.

Selain penghasil padi dan kedelai, populasi ternak di Plandirejo ini juga cukup tinggi (>600 ekor) dan selama ini kotoran sapi belum dimanfaatkan sebagai pupuk. Peternak memanfaatkan sebagian jerami padi dan limbah kedelai untuk pakan, tetapi belum dikelola dengan baik. Pada tahun 2014, Balitkabi bekerja sama dengan 7 petani setempat melakukan demplot penaman kedelai pada lahan seluas 2,5 ha. Tujuh varietas unggul baru (Grobogan, Anjasmoro, Wilis, Argomulyo, Dering, Detam 3, dan Detam 4), ditanam dengan introduksi cara tanam dalam larikan tanpa tugal. Respons petani cukup baik dan sangat koperatif. Pada akhir kegiatan direncanakan temu lapang.Selain promosi varietas unggul baru kedelai, direncanakan pelatihan pemanfaatan jerami dan limbah kedelai untuk pakan ternak, dan juga pengelolaan dan pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kandang. Selain itu, di Kabupaten Tuban terdapat pengolah kedelai sebagai tahu, tempe, dan susu kedelai (untuk produk sari kedelai; bisa dilihat di susukedaliku.com). Oleh karena itu, Balitkabi juga merencanakan pelatihan pengolahan produk olahan. Dari kegiatan ini diharapkan terbangun sistem pertanian bio-industri, dan dari kawasan ini pula kami akan banyak belajar tentang sistem pertanian bio-industri.

Gambar 1. Pak Tamiaji, Ketua Kelompok Tani Tlatah Subur Desa Plandirejo, Plumpang, Tuban (kiri), padi ke-1 yang akan segera
dipanen dan setelah itu ditanami kedelai (kanan).

Gambar 2. Kegiatan penyiapan lahan untuk tanam kedelai (kiri) dan penanaman kedelai (kanan)

Gambar 3. Setelah ditanam, kedelai di tutup jerami (kiri) dan murid-murid SD ini berpose di l
apangan
(
bersebelahan dengan lahan geltek) tempat yang direncanakan untuk temu lapang (kanan).

A.Taufiq/AW