Berita » Promosi Ubi Jalar di Bumi Infanteri

Walikota Malang, Drs. Peni Suparto MAP, Kol Inf Udin Supidin, Kepala Balitkabi, Dr Muchlish Adie, mengawali tanam 6000 stek ubi jalar di Lapangan Rampal Kota Malang (26/3/2011). Gerakan menghijaukan Lapangan Rampal dimulai ketika Pak Kol Udin menjabat sebagai Korem Baladhika Jaya Malang tahun 2010.

Walikota Malang, Drs. Peni Suparto MAP, Kol Inf Udin Supidin, Kepala Balitkabi, Dr Muchlish Adie, mengawali tanam 6000 stek ubi jalar di Lapangan Rampal Kota Malang (26/3/2011). Gerakan menghijaukan Lapangan Rampal dimulai ketika Pak Kol Udin menjabat sebagai Korem Baladhika Jaya Malang tahun 2010. Walikota Malang, Drs. Peni Suparto MAP, Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Udin Supidin, dan Kepala Balitkabi Dr M Muchlish Adie mengawali penanaman massal 6000 stek ubi jalar di lahan kompleks lapangan Rampal Kota Malang, Sabtu (26 Maret 2011).

  Penanaman ubi jalar menyusul penanaman cabai dan terung, dan ubikayu yang sudah ditanam lebih dulu. Sebelumnya, tanaman sukun, klengkeng, dan mangga, juga sudah lebih dulu dibudidayakan di Lapangan Rampal.

 

Walikota Malang, Drs. Peni Suparto MAP, didampingi Kepala Balitkabi, Dr Muchlish Adie, mengawali tanam 6000 stek ubi jalar di Lapangan Rampal Kota Malang (26/3/2011). Gerakan menghijaukan Lapangan Rampal dimulai ketika Pak Kol Udin menjabat sebagai Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Malang tahun 2010.

Walikota Malang, Drs. Peni Suparto MAP, didampingi Kepala Balitkabi, Dr Muchlish Adie, mengawali tanam 6000 stek ubi jalar di Lapangan Rampal Kota Malang (26/3/2011). Gerakan menghijaukan Lapangan Rampal dimulai ketika Pak Kol Udin menjabat sebagai Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Malang tahun 2010.

Delapan varietas unggul ubi jalar ditanam di Lapangan Tentara Rampal Kota Malang

Delapan varietas unggul ubi jalar ditanam di Lapangan Tentara Rampal Kota Malang

  Untuk penanaman ini, Balitkabi menyiapkan 6000 stek ubi jalar yang terdiri dari delapan varietas dan calon varietas, yaitu Beta-1, Beta-2, Antin-1, Papua Solossa, Kidal, Sukuh, RIS, dan MSU. ”Kita untung untuk promosi pengembangan varietas unggul ubi jalar” tutur Dr Yusuf, sang pemulia. Betul. Namun, juga untuk memroduktifkan lahan, wahana pendidikan bagi warga, sekaligus agrowisata Kota Malang. Seperti diutarakan Pak Udin saat persiapan sehari sebelumnya.  ”Banyak pengunjung baru tahu bentuk tanaman terung atau cabe setelah melihat tanaman dan membaca labelnya di sini”, terang Pak Udin. Pada kesempatan tersebut Balitkabi juga menyajikan aneka pangan olahan dari ubi jalar. ”Malang ini warganya inovatif. Selalu muncul kreasi baru”, tutur Pak Peni setelah mendapatkan penjelasan dari Dr Muchlish, dan menyantap kelezatan mi dan es krim ubi jalar.

Ir. Eliana Ginting sedang menyerahkan mi ubi jalar kepada Walikota Malang.

Ir. Eliana Ginting sedang menyerahkan mi ubi jalar kepada Walikota Malang.

  Nah, jika perlu belajar karakter dan pertumbuhan delapan varietas unggul ubi jalar, terung, cabai, dan ubi layu, Anda nggak perlu tanam sendiri. Datang saja ke Lapangan Rampal. Karena di Lapangan Infanteri ini, selain untuk berlatih pak Tentara, juga disediakan area jogging, lapangan sepak bola, jalan lintasan berkerikil untuk melenturkan telapak kaki Anda. Jadi segar, sehat, dan juga gratis.
Ir. Joko Restuono staf pemuliaan ubi jalar Balitkabi sedang memberi briefing persiapan penanaman ubi jalar kepada bapak tentara

Ir. Joko Restuono staf pemuliaan ubi jalar Balitkabi sedang memberi briefing persiapan penanaman ubi jalar kepada bapak tentara

Laporan Achmad Winarto