Berita » PUI Akabi Berpartisipasi pada I3E 2015

Upaya hilirisasi inovasi perlu digalakkan melalui PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Untuk tujuan tersebut, dari Kementerian Ristekdikti melaksanakan Indonesia Innovations and Innovators Expo 2015 (I3E 2015) yang dilakukan di Jakarta, 19–22 November 2015. PUI Akabi berpartisipasi pada I3E 2015, dengan menampilkan produk yang siap dihilirisasikan, yaitu kedelai Varietas Devon 1 (mengandung isoflavon tinggi), kedelai Varietas Detam 1 (kedelai hitam berprotein tinggi), kecap dari kedelai Varietas Detam 1, Detam 3 Prida, dan Detam 4 Prida, serta Bio-Lec (Bioinsektisida berbahan aktif cendawan entomopatogen Lecanicillium lecani). I3E 2015 dibuka secara resmi oleh Menteri Ristekdikti, didampingi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. I3E dimaksudkan sebagai media intermediasi dan inkubasi bisnis untuk mendorong hasil riset berbasis teknologi menjadi INOVASI. Peranan intermediasi diperlukan untuk mempertemukan A‒B‒G (Academician–Business‒Government) dalam bentuk KSO (Kerja Sama Operasional) dengan inovasi yang nyata, bermanfaat dan berkelanjutan. Sedangkan Inkubasi Bisnis ditekankan untuk memberikan insentif bisnis bagi inovasi yang berbasis teknologi dari Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) agar ditingkatkan lingkupnya ke skala industri.


Menristekdikti juga menyampaikan bahwa teknologi harus dikembangkan di daerah-daerah. Dicontohkan Maluku, memiliki potensi besar, namun teknologi belum banyak tersedia. Teknologi diperlukan untuk mendukung pengembangan desa tertinggal. Pada saat mengunjungi inovasi dari PUI Akabi, Menristekdikti menyampaikan pula perlunya penerapan teknologi tepat guna untuk pengembangan kedelai, juga ditantang apakah mampu berproduksi di atas 3 t/ha?.

MMA