Berita » Pupuk Agrisoy Balitkabi dilisensi PT Agro Indo Mandiri

agrisoy

Kemasan Pupuk Hayati Agrisoy

Agrisoy merupakan pupuk hayati produk Badan Litbang Pertanian yang dilisensi oleh PT Agro Indo Mandiri (AIM). Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) bersama Inventor Agrisoy, yakni Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) melakukan verifikasi kemajuan lisensi Agrisoy di PT. AIM (29/01/2019). Pupuk tersebut berbahan baku bakteri Rhizobium yang mampu merangsang pembentukan bintil akar dan dapat menghemat keputuhan pupuk Nitrogen pada tanaman kedelai 50‒75%.

screenshot-from-2019-02-07-21-06-24

Kedelai dengan pupuk hayati Agrisoy(kiri) dan tanpa Agrisoy(kanan) umur 65 hari di tanah masam

Penggunaannya cukup mudah, yakni dengan mencampur satu sachet Agrisoy (isi 40‒50 g/sachet) dengan 8‒10 kg benih yang telah dibasahi air sebelum tanam. Setiap hektar membutuhkan benih kedelai 50‒60 kg, maka diperlukan Agrisoy 5‒6 sachet saja (200‒300 g). Lisensi pupuk hayati Agrisoy oleh PT. AIM tahap pertama akan berakhir 2019, selanjutnya PT AIM masih berminat untuk meneruskan Lisensinya melalui BPATP.

agrisoi2

Verifikasi lisensi pupuk hayati Agrisoy oleh BPATP dan Balitkabi di PT AIM (29/01/2019)

Pada musim tanam 2019, PT AIM berencana akan memproduksi Agrisoy 1000 sachet yang akan didistribusikan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur bekerja sama dengan BPTP setempat. Menurut Direksi PT AIM Dr. Sunendar, PT. HOPSON yang selama ini memproduksi pupuk hayati “Rhizoplus”, sangat tertarik untuk dapat turut memproduksi dan memasarkan pupuk hayati Agrisoy. Hal itu karena Agrisoy terbukti mampu meningkatkan hasil kedelai dan menghemat penggunaan pupuk N pada kedelai di tanah masam maupun non masam, terutama pada tanah-tanah yang belum pernah atau jarang ditanami kedelai.

AH