Berita » Puslitbang TP, Penguat Sinyal Balitkabi

berita_kapus_19-7-18_aSaat ini, rakyat Indonesia menuntut hasil litbang. Dr. Ir. Ismail Wahab M.Si, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbang TP), memulai arahannya di depan ASN Balitkabi, 18 Juli 2018, dengan menyitir permintaan dan himbauan Presiden RI, Joko Widodo. Dana untuk riset jangan “diecer-ecer” ke Kementerian Teknis, sehingga kinerja litbang menjadi tidak optimal.

Harus disadari kembali, Puslitbang TP beserta UK/UPT-nya harus menghasilkan output, yang akan menjadi bagian dari Program Strategis Kementan. Puslitbang TP memiliki tupoksi di bidang pengembangan, yaitu mengembangkan produk riset yang dihasilkan oleh peneliti. Pustlitbang TP juga berperan mendiseminasikan produk riset, karena pada intinya Balitbangtan, tidak bisa bekerja sendiri, harus bersinergi dengan direktorat teknis terkait, yang akan menjadi pengembang terhadap hasil-hasil Balitbangtan.

Balitkabi sebagai unit pelaksana teknis, merupakan wadah peneliti untuk berkreasi, untuk menghasilkan output. Petakan teknologi mana yang siap dikembangkan, teknologi yang telah matang. Saatnya Balitkabi mengubah cara kerja dan bergerak lebih cepat.  “BB Padi memiliki branding Golden Rice, apa yang bisa dibrandingkan dari komoditas akabi?,” tanya Ismail. Pilihlah varietas kedelai dengan provitas tinggi. Saat ini, memang tidak cukup dengan provitas tinggi, perkuatlah dengan fungsi keunggulan yang lain, misalnya kedelai yang mempunyai sifat fungsional atau menyehatkan. “Viralkan produk riset yang telah dihasilkan,” kata Ismail lebih lanjut. Dicontohkan BB Biogen, walaupun masih berada di tahap uji daya hasil awal, sudah berani meng-viral-kan calon varietas sorgum manisnya.

Untuk mendukung dan memperkuat program strategis Kementan, tahun 2019, Puslitbang TP akan fokus pada produksi benih secara massal. Puslitbang TP akan berfungsi sebagai penguat sinyal Balitkabi. Mulailah dibangun jejaring dengan produsen benih. Distribusi akan ditangani oleh Puslitbang TP. “Benih dari varietas unggul baru harus segera didiseminasikan dan digratiskan,” ujar Ismail.

berita_kapus_19-7-18_b

Kepala Balitkabi, Dr. Yuliantoro Baliadi, mengingatkan jajaran peneliti Balitkabi, untuk mendukungnya, berikan dukungan secara aktif. “Siapkan bahan dan teknologi yang telah dimiliki, kemas, dan segera sampaikan ke Puslitbang TP,” kata Yuliantoro, mempertegas permintaan Kapulitbang TP. Dicontohkan varietas kedelai Devon 1, selain kaya isoflavon, berbiji besar dan juga berdaya hasil tinggi. Segeralah viralkan.

Mengakhiri arahannya, Kapustlitbang TP, menekankan sekali lagi, jadikan Balitkabi sebagai pusat perhatian, karena keunggulan dan keunikan produk teknologinya, karena mampu memberikan manfaat kepada petani. Saatnya, jangan ditunda lagi, Balitkabi harus bergaung di nusantara ini.

berita_kapus_19-7-18_c

AyK