Berita » Ragam OPT dan Musuh Alami di Lahan “Budenopi”

Pertanaman GLIP Budenopi

Pertanaman GLIP Budenopi

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala dalam budi daya kedelai yang dapat menurunkan hasil. BUDENOPI merupakan teknologi budi daya kedelai no pestisida kimia dengan mengandalkan efikasi berbagai jenis biopestisida yang diintegrasikan menjadi satu paket. Tujuan pengembangan teknologi Budenopi adalah; untuk memperoleh calon benih sebar kedelai yang berkualitas tanpa ada kontaminasi inokulum OPT potensial yang terbawa di biji. Balitkabi melakukan Bimtek produksi masal biopestisida kepada petani/penangkar benih kedelai agar petani tidak tergantung pada pestisida kimia, menekan terjadinya resistensi dan resurjensi, menekan terjadinya paparan residu pestisida kimia pada produk dan lingkungan, serta agar terjadi peningkatan kesehatan lingkungan.

Teknologi Budenopi dikembangkan di Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi yang sekarang sudah memasuki fase vegetatif (21 HST). Hasil pengamatan pada fase ini menunjukkan bahwa populasi OPT di lahan Budenopi jauh lebih rendah jika dibandingkan di lahan eksisting (Konvensional). Keragaman jenis dan populasi musuh alami khususnya predator di lahan Budenopi juga ditemukan lebih banyak jika dibandingkan di lahan konvensional (teknologi eksisting).

OPT dari kelompok hama yang ditemukan adalah ulat penggulung daun (Lamprosema indicata), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), ulat grayak (Spodoptera litura), kumbang tanah (Longitarsus suturellinus), lalat Agromizidae dan belalang (Orthoptera). Penyakit yang ditemukan adalah layu yang disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii dengan intensitas rendah hanya 2%. Sementara itu, intensitas penyakit layu yang terjadi di lahan konvensional (teknologi eksisting) lebih tinggi dibandingkan dengan lahan Budenopi. Kondisi ini disebabkan biji yang digunakan di lahan Budenopi sebelum tanam diberi perawatan menggunakan cendawan antagonis Trichoderma harzianum dengan nama produk Trichol 8.

Sedangkan kelompok predator yang ditemukan adalah kumbang Coccinellidae, Paederus fuscipes, dan Oxyopes javanus (Tabel 1). Ketiga predator ini merupakan pemangsa utama bagi hama dari ordo Lepidoptera. Sedangkan, pada petak teknologi eksisting, ketiga predator tersebut tidak ditemukan. Hal ini karena aplikasi insektisida kimia pada teknologi eksisting telah mengganggu kelangsungan hidup musuh alami tersebut. Dari kegiatan pengembangan teknologi Budenopi diharapkan dapat menekan terjadinya resistensi dan resurgensi hama serta dapat meningkatkan kesehatan lingkungan karena tidak adanya paparan residu pestisida kimia.

Tabel 1. Jenis hama dan musuh alami yang ditemukan secara visual dan menggunakan jaring serangga (sebelum dilakukan aplikasi Biopestisida).
Jenis hama Populasi (ekor/3 m2)
Budenopi Eksisting
L. indicata 3 3
C. chalcites 1 2
S. litura 1 1
L. suturellinus 3
Agromizidae 8 12
Orthoptera 4 4
Jenis musuh alami
O. javanus 6 0,3
P. fuscipes 2 0
Coccinellidae 3 0,3
Hymenoptera 4 1
Tanaman terserang ulat penggulung daun, Lamprosema indicata (kanan), busuk batang oleh Sclerotium rolfsii (tengah) dan kelompok telur ulat grayak, Spodoptera litura (kiri).

Tanaman terserang ulat penggulung daun, Lamprosema indicata (kanan), busuk batang oleh Sclerotium rolfsii (tengah) dan kelompok telur ulat grayak, Spodoptera litura (kiri).

MSYIB/YP