Berita » Ragam Sumber Daya Genetik Ubi Potensial Koleksi Balitkabi

gembili

Selain beras, sumber pangan karbohidrat penting yang dapat digunakan sebagai bahan pangan, bahan baku industri pangan, pakan dan lainnya adalah aneka ubi potensial. “Balitkabi memiliki koleksi 282 aksesi ubi potensial hasil koleksi tahun 2007−2015 dari beberapa kabupaten di Jawa Timur (Probolinggo, Malang, Ngawi, Trenggalek, Ponorogo, dan Madura), Jawa Tengah (Wonogiri), DIY (Gunung Kidul), dan NTT,” ungkap Ir. Trustinah, M.P., peneliti sekaligus kurator ubi potensial, pada seminar internal di Balitkabi akhir minggu yang lalu. Acara seminar internal dihadiri oleh seluruh peneliti dan teknisi Balitkabi.

Sumber daya genetik ubi potensial koleksi Balitkabi meliputi: kimpul (Xanthosoma violaceaum), bentul (Colocasia esculenta), aneka uwi (Dioscorea sp.), ganyong (Canna edulis), garut (Maranta arundinacea), dan suweg (Amorphophalus sp.). Seluruh koleksi umbi tersebut dipertahankan dalam bentuk koleksi hidup di KP Kendalpayak.

Bagi sebagian orang, terutama generasi muda mungkin nama ubi tersebut masih sangat asing, padahal tanaman tersebut telah dikenal dan dibudidayakan petani Indonesia. Namun, karena desakan pangan “modern” dan pergeseran pola konsumsi masyarakat maka tanaman aneka ubi tersebut keberadaannya semakin terpinggirkan.

Belum tereksposenya manfaat dan nilai daya saing komoditas aneka ubi potensial merupakan salah satu faktor yang menyebabkan komoditas ini semakin tersisihkan. Di beberapa daerah, gembili yang memiliki batang dan buah berduri sudah jarang ditanam karena dikhawatirkan dapat melukai anak-anak. Gembili termasuk dalam suku aneka uwi. Dalam mengkarakterisasi sifat morfologi ubi potensial, Balitkabi mengacu pada deskriptor masing-masing komoditas yang diterbitkan lembaga internasional. Keragaman aneka uwi, terutama terlihat pada arah lilitan batang (searah jarum jam atau berlawanan), ada tidaknya duri pada batang, bentuk dan ukuran daun, dan buah di atas (aerial bulbil).

gembili1

Peserta seminar cukup antusias mengikuti seminar internal kali ini, beberapa pertanyaan yang mengemuka pada sesi tanya jawab diantaranya keragaman plasma nutfah yang dimiliki sebaiknya tidak hanya dikarakterisasi sebatas karakter morfologi, tetapi juga dilihat dari sisi fungsional, aspek industri, ketahanan terhadap naungan serta hama dan penyakitnya agar sumber daya genetik yang dimiliki tidak hanya menjadi kumpulan database tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi.

gembili2RTH