Berita » Rakor Gebyar Perbenihan di BPTPH Prov. Sulsel

gebyarRapat koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional tahun 2018 dilaksanakan di ruang rapat kantor UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Gebyar perbenihan yang akan dilaksanakan 10‒13 Oktober 2018 tersebut mengusung tema “Melalui Gebyar Perbenihan Kita Lestarikan Plasma Nutfah dan Mendukung Kemandirian Industri Benih National”. Rapat dibuka oleh Hj. Ir. Fitriani Sanusi, M.P. (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan), hadir pula pada acara tersebut Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi M.P. (Direktur Perbenihan Tanaman Pangan), Dr. Muhammad Azrai, S.P., M.P. (Kepala Balitsereal), Dr. Fauziah T Ladja, S.P., M.Si. (Kepala Lolittungro), Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Komp. (mewakili Kepala Balitkabi), BBI, BPSB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan berapa UPTD terkait lainnya.

gebyar1

Sebelum acara rapat, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan sempat mengunjungi lokasi yang akan digunakan untuk acara Gebyar Perbenihan. Tanaman utama dalam acara gebyar tersebut adalah padi, namun ada juga tanaman pangan lainnya seperti jagung, kedela,i dan aneka tanaman umbi. Karena belum ada koordinasi dari awal, beberapa tanaman yang sudah ada di lapang, ada yang menggunakan varietas agak lama baik pada padi maupun komoditas Akabi.

“Lahan saat ini sudah ada tanamannya, sehingga yang harus kita lakukan adalah bagaimana mengupayakan agar tanaman yang sudah ada ini performanya kelihatan bagus sehingga perlu dilakukan upaya dan pengawalan yang maksimal”, kata Mulyadi. Lebih lanjut Beliau menyampaikan bahwa acara ini momennya cukup besar sehingga harapannya apa yang akan diekspos diharapkan maksimal, varietas yang ditanam minimal dapat mencapai potensi sehingga harus fokus untuk meningkatkan performa dari apa yang akan diekspos. Efektif tinggal 40 hari lagi sehingga dari hari ke hari perlu dilakukan pemantauan apalagi acara ini akan dihadiri oleh Menteri Pertanian.

Varietas kedelai yang ditanam diantaranya Mutiara 1, Mutiara 2, Mutiara 3, Mitani, Gepak Kuning, Dena 1, Anjasmoro, Argomulyo, Devon, Dega 1, Dega 2, Demas, Rajabasa, Gamasugen 1, dan Gamasugen 2. Varietas kacang tanah yang ditanam antara lain Katantan, Gajah, dan Kelinci. Varietas kacang hijau yang ditanam antara lain Vima 1, Vima 2, Vima 3, Kutilang, Camar, dan Murai. Varietas ubi kayu yang ditanam antara lain Adira 1 dan Malang 1.

gebyar2

BSK