Berita » Rakor II 2017, Monev Pelaksanaan Kegiatan Balitkabi

ISO Balitkabi mensyaratkan terlaksananya rakor (rapat koordinasi) yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Rakor triwulan II dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2017 di Aula Balitkabi. Rapat koordinasi dihadiri oleh Penjab RPTP/RDHP/RKTM, Koordinator Program, Koordinator Komoditas, Ketua Kelti, Pejabat Eselon IV, Penjab Kelembagaan Internal, seluruh Kepala Kebun Percobaan, dan seluruh Peneliti. Tujuan dilaksanakan rakor adalah untuk monev kegiatan, perbaikan kinerja dalam mencapai target kegiatan 2017, dan sebagai sarana menyampaikan informasi penting dari pusat.

Acara rakor triwulan II dibuka oleh Kepala Balitkabi, Dr. Joko Susilo Utomo sekaligus menyampaikan materi “Kebijakan, Program, dan Anggaran Pembangunan Pertanian 2018”. Tema Rencana Kerja (RENJA) Kementan 2018 adalah “Pengembangan Infrastruktur dan Penguatan Investasi untuk Percepatan Peningkatan Produksi dan Ekspor Pangan”. Berdasarkan RENJA Kementan 2018, maka tahun 2018 dicanangkan sebagai “Tahun Benih”.

rakoriii

Selama rakor, disampaikan kemajuan serapan anggaran oleh Ir. Lawu Joko Santoso, Ketatausahaan oleh Wisnu Unjoyo, S.P., Kepegawaian oleh Drs. Subarkah, materi Pengembangan Kedelai Mendukung Tahun Perbenihan 2018 oleh Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, dan Optimalisasi Penggunaan Lahan di Kebun Percobaan oleh Dr. A.A Rahmianna.

Pada akhir rakor, disampaikan resume rakor oleh Dr. Andy Wijanarko selaku Koordinator Program yaitu: (1) Serapan sampai 21 Juni 2017 masih sekitar 46%, diharapkan bisa mencapai 50%. Perlu ditingkatkan dengan penyerapan dana kegiatan yang tidak terkait musim, (2) Mengenai PP. 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Balitkabi perlu mengundang narasumber yang kompeten, (3) Evaluasi Disiplin Pegawai perlu dilakukan setiap bulan, (4) Kegiatan direktif dengan skala luas dari Kepala Balitbangtan bertujuan untuk: membuktikan teknologi kita bisa membumi dan dapat menghitung produktivitas secara real (bukan ubinan), (5) Balitkabi harus bekerja keras dalam menyongsong tahun benih 2018 karena Balitkabi yang paling berperan dalam produksi benih dan tidak ada produsen swasta, (6) Optimalisasi Kebun Percobaan perlu dilakukan untuk kegiatan diseminasi teknologi Balitbangtan dan sebagai sumber PNBP, (7) Perlu dilakukan revitalisasi lahan KP (mengajukan proposal dengan data dukung yang lengkap), dan (8) Data penggunaan lahan seharusnya permusim bukan pertahun.

Sebagai penutup, Kepala Balai menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta rakor, terutama peserta dari Kebun Percobaan. Beliau berharap hasil rakor ini akan berdampak pada perbaikan yang berkelanjutan.

rakoriii1

 

WR/KN