Berita » Rakor UPBS Mendukung Swasembada Pangan

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) melakukan Rapat Koordinasi UPBS di Balitbangtan 18–19 Maret 2015 bertemakan Penguatan UPBS mendukung pencapaian swasembada pangan. Rakor diikuti oleh penanggung jawab UPBS BPTP seluruh Indonesia.

20-5-15

Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Balitbangtan, Dr. Agung Hendriadi. Dr. Muchlish Adie, dari UPBS Balitkabi hadir pada rakor tersebut. Rakor membahas topik Peran BPTP dalam Pengembangan Desa Mandiri Benih (Puslitbangtan), Review UPBS BPTP dalam Sistem Perbenihan Nasional, tata kelola anggaran dan aturan PNBP (Inspektur III), Rancangan Program Penganggaran dan Pencapaian Target UPBS Tahun 2015 (Kabid PE BBP2TP), Manajemen Pengelolaan UPBS BB Padi (BB Padi), Mekanisme produksi di UPBS Balitkabi dan Balitserealia serta pemenuhan kebutuhan benih sumber bagi UPBS BPTP/LPTP (UPBS Balitsereal dan Balitkabi), Evaluasi dan Penguatan Sistem Informasi dan Kelembagaan UPBS BPTP/ LPTP (Kabid KsPHP) dan diakhiri dengan diskusi umum.

Pemaparan dari UPBS Balitkabi pada Rakor UPBS di Balitbangtan 18‒19 Maret 2015. Balitkabi menyampaikan topik Mekanisme produksi akabi di UPBS Balitkabi serta pemenuhan kebutuhan benih sumber bagi UPBS BPTP/LPTP.

Pada paparan tersebut disampaikan mekanisme kerja UPBS dalam menghasilkan benih sumber BS dan FS, distribusi benih sumber 2014, program produksi benih sumber 2015 termasuk dukungan terhadap penguatan UPBS BPTP dan Model mandiri benih.

Satuan biaya produksi benih, banyaknya FS kedelai yang tidak tersalurkan, target produksi benih FS dan SS untuk kedelai, peluang sertifikasi ISO untuk UPBS BPTP kedelai, menjadi bahasan pada paparan dari Balitkabi. Target produksi benih dimintakan menjadi perhatian oleh Inspektur III, harus realistis agar tidak menjadi masalah pada saat dilakukan audit, data juga perlu dilakukan validasi.

Pada diskusi umum yang dipandu oleh Kabid KsPHP BBP2TP menyampaikan rencana aksi UPBS BPTP yakni :

  1. Perlunya perbaikan kapasitas SDM pengelola UPBS
  2. Penguatan sarpras UPBS
  3. Rintisan penerapan SMM dalam mengelola UPBS, sekaligus sebagai tindak lanjut arahan Sekretaris Balitbangtan pada pembukaan rakor
  4. Networking dengan lembaga perbenihan di daerah, dan
  5. Sistem Informasi UPBS (SI UPBS) terintegrasi perlu dirancang secara komprehensif dan selanjutnya akan diintegrasikan pengelolaannya pada Pusdatin di Kemtan.

MMA