Berita » Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Benih Sumber dan Penguatan Penangkar

Pada tanggal 15–16 Juni 2015 diadakan rapat koordinasi (rakor) peningkatan produksi benih sumber dan penguatan penangkar di Jakarta. Peserta rakor dari BPTP yang terdiri dari 18 BPTP untuk komoditas padi, 9 BPTP komoditas jagung, dan 11 BPTP komoditas kedelai.

Setiap BPTP diwakili oleh penangkar atau calon penangkar benih untuk memberi kesempatan kepada mereka guna mengetahui program pemerintah tentang penguatan penangkar/produsen benih dengan tujuan tercapainya upsus kedelai pada tahun 2017.

Balai penelitian (Balit) sebagai penyedia benih sumber diharapkan dapat menyediakan kebutuhan benih sumber kelas benih penjenis (breeder seed) dalam jumlah yang cukup, tersedia tepat waktu dan tepat jenis. Penguatan penangkar untuk tahun 2015 telah berjalan dengan produksi FS dilakukan oleh BPTP setempat sedangkan kelas benih sumber di bawahnya yaitu SS dan ES diproduksi oleh BPTP dan penangkar.

Kedelai, menurut sebagian besar penangkar benih sumber merupakan tanaman yang cukup sulit penanganannya di lapang maupun pascapanen terutama penyimpanan benih. Benih kedelai cepat mengalami penurunan daya tumbuh jika tidak memiliki ruang penyimpanan khusus.

Di daerah, para penangkar sangat sulit mendapatkan benih sumber kedelai bersertifikat, sehingga pada umumnya petani menanam kedelai menggunakan benih dari biji kedelai yang dijual di pasar sehingga tidak jelas identitasnya.

Beberapa alasan mengapa petani enggan untuk menjadi penangkar atau produsen benih yaitu:

  1. Penanganan kedelai di lapang lebih sulit daripada padi dan jagung
  2. Daya tumbuh kedelai cepat turun jika tidak disimpan di ruang dingin
  3. Masa berlaku label lebih pendek dibandingkan dengan padi dan jagung
  4. Harga jual kedelai murah.
Pembukaan rakor oleh Dr. I Nyoman Widiarta (kiri) dan paparan kebutuhan benih kedelai di NTB oleh perwakilan BPTP NTB (kanan).

Pembukaan rakor oleh Dr. I Nyoman Widiarta (kiri) dan paparan kebutuhan benih kedelai di NTB oleh perwakilan BPTP NTB (kanan).

Foto bersama para peserta rakor bersama Bapak Kapuslitbang TP Dr. I Made Jana Mejaya.

Foto bersama para peserta rakor bersama Bapak Kapuslitbang TP Dr. I Made Jana Mejaya.

MA/KN