Berita » Rapat Sikronisasi Program dan Kegiatan Pembangunan TP 2012 dan Rancangan Program Tahun 2013

wamen-1

Rapat diselenggarakan secara paralel untuk dua kegiatan yaitu 1) Rapat sinkronisasi program dan kegiatan 2012 dan rancangan 2013, serta 2) Lokakarya penyusunan ASEM 2011 dan ARAM I 2012. Rapat dibuka oleh Bapak Wakil Gubernur NTB, dihadiri oleh Bapak Wamentan, instansi pusat BPS dan eselon I lingkup Kementerian Pertanian dari Badan Litbang Pertanian, Badan SDM Pertanian, Ditjen PSP, Ditjen Tanaman Pangan, serta instansi daerah Dinas Pertanian Provinsi, BPSB, BPTPH.  Perwakilan dari Badan Litbang Pertanian : Dr. Nyoman Widiarta (Puslitbangtan), Dr. Buang Abdullah (BB Padi), Dr Adnan (Balitsereal), dan Prof. Dr. Marwoto (Balitkabi)

 

Arahan Wamentan: Tahun 2012 telah dicanangkan sebagai tahun bekerja keras bagi jajaran Kementerian Pertanian untuk mencapai sasaran produksi, dengan bekerja secara tidak biasa (business un-usual) dan bekerja tidak terkotak-kotak, tetapi terintegrasi sesuai fungsinya. Jajaran Kementan harus mempunyai kebanggaan akan tanggung jawab untuk mengentaskan keluarga petani, yang umumnya ada di pedesaan dari kemiskinan. Mulailah perencanaan dari masalah riil yang ada. Pembangunan pertanian tanaman pangan dikelilingi oleh musuh internal maupun eksternal. Beralihnya minat petani ke sektor perkebunan merupakan salah satu musuh internal, sedangkan musuh eksternal dari alih fungsi lahan dan tidak terawatnya jaringan irigasi. Perencanaan,  monitoring dan evaluasi semestinya didasarkan pada pangkalan data yang benar, rasional dan terukur. Penyusunan target tidak dibawah tekanan. Beberapa hal yang perlu direview/evaluasi adalah: a) roadmap pencapaian surplus 10 juta ton beras, b) tingkat adopsi varietas, c) penghitungan produksi untuk perbaikan estimasi luas areal panen dan produktivitas dengan ubinan yang diselaraskan dengan kemajuan teknologi budidaya, d) penghitungan konsumsi. Angka sementara 2011 akan dijadikan baseline revisi roadmap pencapaian surplus 10 juta ton beras di tingkat nasional, yang selanjutnya dijabarkan untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota. ASEM 2011 meskipun tidak ada release resmi tetapi terbuka untuk diketahui public. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dengan jujur dan terbuka: a) seberapa efektifkah SL-PTT pada areal 3,5 juta ha, b) apakah bisa dibuktikan produtivitasnya lebih baik, c) apakah unit luasannya tepat, d) apakah sarana produksi benih dan pupuk gratis terpenuhi, e) apakah benar anggapan bahwa telah merubah petani tangguh menjadi petani cengeng, f) sisa lahan 8,5 juta ha diapakan untuk mempertahankan capaian produksi. Jajaran Kementan harus mempunyai obsesi untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteran petani. Lakukan sinergi antar para pihak terkait dan dari hulu-hilir (pemasaran). Pedoman nasional, dirinci sesuai kekhasan daerah dan operasional di lapangan.

Selanjutnya pokok pembahasan kinerja Dirjentan yang dibahas dalam rapat adalah sasaran produksi padi, jagung dan kedelai tahun 2012 berturut-turut 72.03 jutan ton, 24 juta ton,  dan 1,9 juta ton, dengan alokasi anggaran 72,8%, 10,7% dan 16,1% dari total anggaran Rp. 3,115 T. Pola serapan anggaran diubah, dengan percepatan di awal. Target serapan triwulan I 40%.  Dalam upaya mencapai swasembada kedelai tahun 2014, rancangan kegiatan tahun 2013 diupayakan: a) luasan areal tanam mencapai 1,5 juta ha, b) peningkatan provitas dan pengembangan area, c) pengembangan  sentra unggulan yaitu daerah yang biasa menanam kedelai, d) pengembangan sentra pertumbuhan melalui GP3K dan e) membangun sentra pengembangan.

SL-PTT diakui implementasinya belum optimal, sehingga transfer PTT kepada petani belum terjadi. Dalam upaya perluasan PTT kepada 8,5 juta ha diharapkan peran penyuluh dan komitmen pemkab/kota perlu ditingkatkan. Meskipun telah disepakati untuk peningkatan provitas dan produksi diintroduksikan PTT dan cara diseminasinya ke petani dengan sekolah lapang, melalui SL-PTT, Pusat Penyuluhan dan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan masing-masing menyelenggarakan SL yang berbeda seperti SL-Agribisnis dan SL-PHT. Untuk itu Wamentan menugaskan agar dibuat potret program yang ada, dan akan mendiskusikannya secara terbatas dengan eselon I dalam waktu dekat.

Arahan Wakil Menteri Pertanian dan para Direktur Lingkup Dirjentan menyampaikan program kegitan 2012