Berita ยป Rekomendasi Varietas Kedelai untuk Katam Musim Tanam MK I dan MK II

Dalam rangka persiapan Launching kalender tanam (KATAM) Terpadu untuk kedelai MK I dan MK II, Dr. Yayan Apriyana dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Pada tanggal 21 Januari 2014 telah datang ke Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) untuk melakukan konsultasi mengenai varietas kedelai yang dapat direkomendasikan untuk musim tanam MK I dan MK II dikaitkan dengan toleransi varietas terhadap masalah cekaman kekeringan, kegenangan, dan gangguan hama terutama Lalat kacang, penggulung daun, penggerek polong, ulat grayak, dan ulat jengkal. Hadir dalam diskusi tersebut dari Balitkabi antara lain Prof. Dr. Arief Harsono, Prof. Dr. Subandi, Dr. Novita Nugrahaeni, Ir. Sriwahyuni Indiati, MS., Dr. Titik Sundari, dan Ir. Ruli Kridiana, MS.

Beberapa hal yang dibahas dalam diskusi antara lain adalah :

  1. Varietas kedelai yang dapat dianjurkan untuk antisipasi terjadinya cekaman kekering dan kegenangan. Cekaman kegenangan biasanya terjadi pada awal musim tanam MKI, dan cekaman kekeringan biasa terjadi pada periode generatif MK II.
  2. Varietas toleran terhadap hama utama kedelai (Lalat kacang, penggulung daun, penggerek polong, ulat grayak, dan ulat jengkal) yang dapat dianjurkan untuk ditanam di daerah potensial, rawan dan sangat rawan terserang hama.
  3. Distribusi/sebaran varietas unggul kedelai secara nasional terutama di sentral-sentral produksi seperti di NAD, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Jambi, Sulawesi, dll.). Hal ini penting untuk melihat preferensi penerimaan varietas kedelai di lapangan. Rekomendasi penggunaan varietas disarankan untuk memperhatikan preferensi petani/pasar, varietas apa saja yang dapat dianjurkan dan bisa diterima di suatu wilayah dikaitkan dengan toleransinya terhadap cekaman kekeringan, kelebihan air, maupun gangguan hama tertentu.
  4. Perlu dilihat kemungkinan tersedianya benih di lapangan apabila Tim KATAM merekomendasikan varietas kedelai tertentu untuk menghindari terjadinya cekaman kekeringan, kegenangan, maupun gangguan hama tertentu. Saat ini, Balitkabi telah menyediakan/mengirim benih kedelai untuk diproduksi sebagai benih FS dan SS di 14 BPTP, Yaitu :
    1. NAD : Anjasmoro, Panderman, Argomulyo, dan Burangrang
    2. Sumatera Utara : Anjasmoro
    3. Jambi : Anjasmoro dan Grobogan
    4. Sumbar : Anjasmoro dan Argomulyo
    5. Lampung : Kaba dan Gepak kuning
    6. Banten : Anjasmoro, Grobogan, dan Argomulyo.
    7. Jabar : Anjasmoro, Grobogan dan Burangrang
    8. Jateng : Anjasmoro dan grobogan
    9. DIY : Anjasmoro, Argomulyo, dan Kaba
    10. Jatim : Anjasmoro, Argomulyo, dan Kaba
    11. NTB : Burangrang dan Kaba
    12. Sulsel : Anjasmoro dan Burangrang
    13. Kalsel : Anjasmoro, Grobogan, Argomulyo, dan Burangrang
    14. Sulawesi Tenggara : Anjasmoro, Argomulyo, dan Burangrang

AH/EY