Berita » Rencana Besar Pengembangan Ubi Kayu di Sumsel

Lokasi pengembangan ubi kayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel

Lokasi pengembangan ubi kayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel

Salah satu perusahaan lokal di Kabupaten Musi Banyuasin yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet yang berlokasi di Palembang berencana mengembangkan sayap usahanya dengan memproduksi tapioka. Guna mendukung bahan baku tapioka, perusahaan ini akan membuka perkebunan inti ubi kayu seluas 10.000 ha bahkan lebih luas lagi. Perusahaan ini juga memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk ikut menanam ubi kayu sebagai petani plasma.

Pabrik tapioka yang akan dibangun perusahaan ini, direncanakan akan beroperasi pada akhir tahun 2020 dengan kapasitas awal sekitar 25 ton per jam, dan akan ditingkatkan menjadi 50 ton per jam atau 1.000 ton per hari. Saat ini sedang dilakukan persiapan lahan untuk penanaman tahap awal seluas 150 ha di Kabupaten Musi Banyuasin. Dr. Kartika Noerwijati, peneliti ubi kayu Balitkabi, diminta untuk melakukan pendampingan pelaksanaan budi daya ubi kayu tersebut.

Pada tanggal 20-22 November 2019, Dr.Kartika dengan didampingi salah satu peneliti BPTP (Dr. Zubir), Bapak RM. Budi Sentosa, Bapak Wira, dan beberapa staf lain, turun ke lapangan untuk meninjau lokasi dan melakukan persiapan lahan untuk segera dilakukan penanaman ubi kayu tahap awal. Lahan pengembangan memiliki jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sehingga perlu dilakukan penambahan dolomit dan bahan organik untuk mengoptimalkan pertumbuhan ubi kayu.

Persiapan lahan (kiri) dan tim peninjauan lokasi pengembangan ubi kayu (kanan)

Persiapan lahan (kiri) dan tim peninjauan lokasi pengembangan ubi kayu (kanan)

Perusahaan ini berencana menanam ubi kayu varietas UJ 5 dengan pertimbangan sudah banyak berkembang di Lampung dan sudah beradaptasi di lahan berjenis PMK. Namun demikian Dr. Kartika menyarankan untuk membuat kebun pembibitan varietas ubi kayu selain UJ 5 yaitu Malang 4, Adira 4, Vati 1, dan Vati 2 untuk dievaluasi kesesuaiannya di Musi Banyuasin, sebagai alternatif pilihan varietas.

Pengembangan ubi kayu ini direncanakan akan terintegrasi dengan sapi. Dr. Zubir menjelaskan bahwa dengan diintegrasikannya ubi kayu dengan sapi, akan tercipta siklus yang sangat baik. Kebutuhan pakan sapi dapat terpenuhi dari daun ubi kayu maupun onggok tapioka (jika pabrik tapioka sudah berjalan),serta limbah kotoran sapi dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan organik budi daya ubi kayu. Di samping itu akan dibangun pula instalasi bio-gas untuk memenuhi kebutuhan energi perumahan karyawan.

Lokasi pengembangan biogas

Lokasi pengembangan biogas

Bapak KMS. H. Umar, selaku Pimpinan Perusahaan bersemangat sekali dalam program pengembangan ubi kayu ini. “Kita harus berhasil dalam pengembangan ubi kayu ini, kita harus bisa menjadi tuan di rumah sendiri dengan memanfaatkan potensi Indonesia yang sangat luar biasa,” kata Bapak Umar dengan semangat setelah mengetahui pohon industri ubi kayu yang luar biasa dari penjelasan Dr. Kartika.

Semoga rencana besar ini dapat berjalan lancar dan sukses…..

KN