Berita ยป Rencana Pembangunan Taman Sains Pertanian Aneka Kacang dan Umbi

rencana2

Pembangunan Taman Sains Pertanian (TSP) sebagai upaya percepatan penyebaran inovasi pertanian kepada masyarakat telah menjadi agenda yang harus segera diwujudkan, termasuk oleh Balitkabi sebagai salah satu lembaga penelitian di bawah Kementerian Pertanian. Bertempat di Aula Balitkabi, pada Rabu 9 September 2015, Dr. Didik Harnowo (Kepala Balitkabi) dan Ir. Wisnu Unjoyo, selaku penanggung jawab pelaksanaan TSP Balitkabi mensosialisasikan rencana TSP Balitkabi kepada para peneliti dan teknisi. Dalam presentasinya Dr. Didik Harnowo dan Ir. Wisnu Unjoyo memaparkan contoh-contoh TSP yang telah dikunjungi dalam rangka studi banding sebagai bahan dalam perencanaan TSP di Balitkabi. Selain itu dengan sosialisasi ini diharapkan banyak masukan dan umpan balik tentang konsep TSP di Balitkabi sehingga menjadi unik, menarik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan yang diharapkan. Dalam diskusi banyak masukan dari para peserta diantaranya: (1) konsep TSP Balitkabi hendaknya sesuai dengan kegiatan nyata di Balitkabi, misalnya menggambarkan bagaimana suatu varietas unggul diciptakan dan proses perakitan suatu teknologi, (2) TSP Balitkabi hendaknya sesuai kondisi lahan lokasi Kebun Percobaan yang akan digunakan, termasuk konturnya, kondisi tanah, air, dan infrastruktur yang sudah ada, dan (3) TSP Balitkabi hendaknya mengunggulkan keunikan Balitkabi sebagai satu-satunya pusat penelitian aneka kacang dan umbi. Selanjutnya sebagai tindaklanjut sosialisasi tersebut dibentuk tim yang akan membahas lebih detil grand design TSP Balitkabi.


Dr. Didik Harnowo (Kepala Balitkabi) dan Ir. Wisnu Unjoyo mensosialisasikan rencana TSP Balitkabi kepada para peneliti dan teknisi.
Ir. I K. Tastra, M.S., selaku penanggung jawab Laboratorium System Dynamic mengemukakan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi ke arah pangan sehat sebagai dampak dari meningkatnya pendapatan dan pendidikan masyarakat menyebabkan kebutuhan dan ragam bahan pangan semakin bertambah. Kebutuhan energi juga terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pendekatan biologis yang selama ini diterapkan perlu disinergikan dengan pendekatan keteknikan (bioenginering). Teknologi bioenginering merupakan salah satu masukan penting dalam pengembangan bioindustri tanaman pangan untuk mengoptimalkan sistem produksi tanaman pangan ditinjau dari empat parameter agro-ekosistem (produktivitas, keberlanjutan, kestabilan, dan kemerataan). Beberapa contoh teknologi bioenginering yang saat ini berkembang adalah precision farming dalam penerapan mekanisasi pertanian secara selektif, sistem informasi geografis, dan model simulasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan, serta teknologi proses produksi bioetanol berbasis ilmiah tanaman pangan dan biogas dari integrasi tanaman pangan dengan ternak sapi. Lingkaran kausal (causal loop) pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri berbasis Tanaman Pangan yang mendasari rekayasa Taman Sains Pertanian (TSP) berbasis Akabi ditampilkan dalam Gambar.


Lingkaran kausal (causal loop) pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri berbasis Tanaman Pangan (disederhanakan),
yang mendasari rekayasa TSP berbasis Akabi.

AI/KN