Berita » Respons Kedelai Introduksi pada Kondisi Cekaman Kekeringan

Galur introduksi hasil pertukaran plasma nutfah dengan Korea yang memiliki adaptabilitas tinggi dengan penampilan agronomi baik dan hasil lebih tinggi dari varietas cek berpeluang untuk dilepas menjadi varietas unggul baru. Selain itu galur introduksi yang memiliki keunggulan pada karakter tertentu, baik agronomik maupun ketahanan/toleransi terhadap cekaman, dapat pula digunakan sebagai sumber gen atau tetua dalam perbaikan varietas.

Keragaan galur introduksi pada kondisi air terbatas.

Keragaan galur introduksi pada kondisi air terbatas.

Pada kondisi ternaungi sekitar 25% (di bawah rain-shelter), rata-rata dari 20 galur kedelai introduksi yang diuji tumbuh lebih tinggi dengan jumlah cabang, jumlah buku subur dan polong isi lebih sedikit. Jumlah polong hampa juga lebih tinggi, namun ukuran biji lebih besar, sehingga pada akhirnya rata-rata bobot biji per tanaman tidak berbeda dengan rata-rata bobot biji per tanaman yang diperoleh di lapangan (kondisi tidak ternaungi).

Secara umum, galur introduksi mempunyai habitus lebih rendah, umur lebih genjah, jumlah cabang, jumlah buku subur, dan jumlah polong isi lebih sedikit, baik di lapangan maupun di rain-shelter, dibandingkan dengan rata-rata karakter yang sama pada varietas pembanding. Demikian juga pada ukuran biji dan bobot biji per tanaman di lapangan.

Berdasarkan keragaan tanaman introduksi terhadap cekaman kekeringan, dapat disimpulkan bahwa ketahanan terhadap kondisi cekaman kekeringan tidak diikuti dengan kemampuan untuk memberikan hasil biji tinggi. Galur introduksi yang tahan cekaman kekeringan memiliki keunggulan dalam karakter ukuran biji.

Lima galur kedelai introduksi mempunyai ketahanan terhadap cekaman kekeringan fase reproduktif setara dengan Dering 1, empat galur diantaranya (Daewon, Ilmi, Jangmi, dan Mausu) mempunyai ukuran biji lebih besar, dan umur masak lebih genjah

Perbedaan keragaan galur kedelai yang tahan cekaman kekeringan (kiri), dan yang tidak tahan cekaman kekeringan (kanan).

Perbedaan keragaan galur kedelai yang tahan cekaman kekeringan (kiri), dan yang tidak tahan cekaman kekeringan (kanan).

Pwntr