Berita » Revitalisasi menyongsong Swasembada Kedelai dan Lumbung Pangan Dunia

swasembadaPada kesempatan Rakor Semester I 2018 yang mengangkat tema “Revitalisasi Balitkabi dalam Menyongsong Pencapaian Swasembada Kedelai 2020 dan Lumbung Pangan Dunia 2045” pada 10‒11 Oktober 2018 banyak hal menarik yang disampaikan.

Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa kita harus bekerja secara ikhlas dan benar. ”No excuse in science, sain adalah sain yang harus dijaga kebenarannya,” tegas Yuliantoro. “Tahun 2019 kita dituntut mana hasil selama 5 tahun,” kata Yuliantoro. Pesan Dr. M. Ismail Wahab selaku Kepala Pusat, tahun 2019 harus sudah ada output plus outcome. Kita harus dapat mengidentifikasi sejauh mana invensi kita diserap oleh pengguna, seberapa banyak yang menjadi inovasi. “Tugas Balitkabi yang utama hanya tiga yaitu menciptakan varietas baru, teknologi, dan menghasilkan benih sumber,” ungkap Yuliantoro lebih lanjut. Tugas Kementerian Pertanian hanya 30% dari tugas-tugas bidang pertanian. Kita harus bisa menjaga dan meningkatkan invensi yang telah dihasilkan agar mudah menjadi inovasi yang dapat diterima.

Prof. Arief Harsono dan Prof. Didik Harnowo, dua profesor handal Balitkabi, menyampaikan banyak hal penting terkait upaya Indonesia mencapai swasembada kedelai dan lumbung pangan dunia. Dalam pencapaian swasembada kedelai, Balitkabi harus memberi dukungan dalam hal: (1) Menghasilkan VUB dan menyediakan benih sumber kedelai sesuai daerah pengembangan, (2) Menentukan dan menyampaikan teknologi budi daya kedelai tinggi dan efisien sesuai daerah pengembangan (spesifik lokasi), (3) Membantu Dinas terkait sebagai pendamping pengembangan teknologi budi daya kedelai, (4) Melakukan penelitian superimpose di lokasi pengembangan untuk memperbaiki teknologi budi daya yang diperkenalkan, (5) Memberi masukan pada pemegang kebijakan tentang konsep upaya mencapai swasembada kedelai yang hingga kini belum berhasil.

Beberapa hal penting yang dibutuhkan revitalisasi Balitkabi dalam mendukung swasembada kedelai 2020 yaitu: (1) Program penelitian dan diseminasi dibutuhkan: inovasi teknoloi, inovasi kelembagaan, diseminasi teknologi secara massif, logistik benih yang semakin kuat, dan SDM yang semakin berkualitas, serta (2) Dukungan anggaran yang meliputi: konsistensi anggaran, jumlah anggaran yang memadai, pemanfaatan dan administrasi anggaran secara akuntabel, dan SDM yang mumpuni.

Mari kita bekerja secara solid demi terwujudnya swasembada kedelai di tahun 2020 dan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

KN