Berita ยป RPL di BALITKABI, Mulai Berbuah

krpl-2

Pekarangan, yang konon diperkenalkan oleh sekelompok orang Indochina yang menetap di Jateng sejak tahun 860 M, kemudian berkembang kearah Jawa Timur, Madura dan Bali. Selanjutnya menyebar ke Jawa Barat sekitar abad 18. Mandiri pangan dari pekarangan telah diinisiasi oleh Badan Litbang Pertanian melalui program Rumah Pangan Lestari (RPL). Modelnya dilakukan di Pacitan pada awal tahun ini, dan direspon sangat bagus. Buktinya, berkali-kali Menteri Pertanian menyampaikan pentingnya RPL sebagai penyangga pangan keluarga.

Balitkabi juga menggerakkan RPL, tidak hanya dilingkungan kantor Balitkabi, juga serentak di lima Kebun Percobaan. Lahan kosong dihalaman Balitkabi, dikelola oleh Ir. Suluh Pambudi, menjadi lahan produktif. Berbagai ragam umbi-umbian; ganyong, garut, talas telah ditanam. Aneka sayuran; lombok besar, lombok keriting, tomat, terong, tumbuh subur. Bahkan tanaman gambas dan kenikir, digunakan penghias pintu gerbang masuk RPL Balitkabi. Lahan lain, direncanakan akan ditanami kacang panjang, imbuh Pak Suluh.

Pintu gerbang masuk RPL Balitkabi yang dihiasi tanaman gambas

Tanaman RPL Balitkabi yang tumbuh subur dan berbuah lebat

Ternyata lombok bisa tumbuh subur kata karyawan yang setiap pagi melihat RPL. Yang lainnya menimpali, buah terongnya besar-besar, sekarang ideal untuk dimasak, selorohnya. Dr. I.N. Widiarta dan Yan Rahman Hidayat MS; dari Puslitbang Tanaman Pangan, setelah selesai melakukan pembahasan penelitian 2012 sehari sebelumnya, berkenan melakukan panen perdana RPL, 20 September 2011, disaksikan karyawan Balitkabi. Pertumbuhan terong optimal, dan buahnya lebat dan besar. Menurut Pak Suluh dan Pak Mugiono, panen terong dapat dilakukan setiap tiga hari sekali, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diikuti panen tomat, yang tidak kalah lebat buahnya. Hasil RPL, silahkan dimanfaatkan oleh seluruh karyawan, dan jangan sampai terulang lagi membeli lombok dengan harga mahal, mari kita manfaatkan lahan sekitar kantor untuk ditanami aneka tanaman bermanfaat, sebagai pendukung ketahanan pangan, pesan Kepala Balitkabi. Umbi dari aneka umbi-umbian, nantinya juga kita manfaatkan, kalau perlu kita buat berbagai olahan sehingga nilai tambahnya akan meningkat.

Disampaikan oleh Pak Muchlish kepada Pak Widiarta dan Pak Yan, bahwa diseluruh KP lingkup Balitkabi, RPL juga sudah dimulai. Bahkan di KP Genteng dan KP Ngale, sudah membangun kandang ayam diatas kolam ikan, dan karyawannya telah menikmati telur ayam kampung dan telur ayam arab dari RPL. KP juga melakukan gerakan penanaman pepaya di sekeliling KP, bahkan di KP Muneng, pepaya telah mulai dipanen, dinikmati tidak hanya oleh karyawan KP, juga dinikmati oleh penduduk sekitar KP. Fokus RPL di Balitkabi, rencananya akan dikembangkan aneka umbi-umbian; tidak hanya berfungsi sebagai penyangga pangan, lebih jauh untuk koleksi dan konservasi. Manfaat lain dari RPL. Diakhir panen terong di RPL, dihidangkan ubikayu goreng dan onde-onde; serta eskrim ubijalar ungu. RPL memang berfungsi multi ganda.

Pak Suluh ketika memanen terong di RPL Balitkabi

“Wah terongnya besar-besar” kata Bu Henny sambil memegang terong produksi RPL Balitkabi