Berita » KRPL Juga Bergema KP Kendalpayak

rpl-1

Digulirkannya himbauan Kepala Badan Litbang Pertanian, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) harus dilakukan di seluruh UPT Litbang, Ka Balitkabi, langsung menginstruksikan agar di seluruh Kebun Percobaan (KP) lingkup Balitkabi harus mengupayakan RPL, termasuk di lingkungan kantor Balitkabi. Himbauan tersebut ditangkap dan dilaksanakan secara serius di KP Kendalpayak.  Beraneka tanaman sayuran telah ditanam, aneka umbi-umbian yang adaptif ditanam di bawah naungan juga dilakukan. Bahkan kolam lele telah disiapkan, kandang ayam telah berdiri megah. ”Tanaman aneka sayur (terong, lombok, tomat) tumbuh subur; kolam lele dan kandang ayam telah diisi, mohon untuk dikunjungi” lapor Kepala KP Kendalpayak Ir. Margono Rachmad M.S., kepada Ka Balitkabi. Aneka sayuran di KRPL KP Kendalpayak berbuah lebat dan sebagian telah matang.  Rabu, 12 Oktober 2011, Pak Margono mengajak seluruh karyawannya untuk panen perdana sayuran di KRPL, diperoleh 40 kg terong dan tomat mulai dipetik, lombok belum tua. Ditegaskan oleh Pak Margono, KRPL di KP Kendalpayak, adalah dari karyawan untuk karyawan.  Ternyata tradisi di KP Kendalpayak, selalu menyediakan makan pagi bagi pekerja di lapang, sayur tersedia, ikan lele ada, telur ayam menanti; semuanya dapat dimanfaatkan oleh karyawan itu sendiri; seloroh Pak Gon, panggilan akrab Ka KP Kendalpayak. Manfaat lain dari RPL, adalah sebagai media refreshing alias hiburan, selorohnya.  Karyawan lapang yang selama ini hanya melihat tanaman kabi, begitu melihat aneka sayuran tumbuh subur dan berbuah lebat serasa menyegarkan dan mengusir kepenatan. Kolam ikan lele dan kandang ayam ditempatkan sehamparan dengan kandang sapi.  Kolam terpal untuk ikan lele dibuat bertingkat, kolam pertama berukuran 2 m x 8 m x 4 m, ditebar sebanyak 5000 ekor bibit lele.  Setelah sebulan, dipindahlan ke kolam pembesaran (22 m x 10 m x 15 m).  Karyawan KP sedang meramu membuat pakan buatan untuk lele.  Kandang ayam yang berukuran 3 m x 6 m x 5 m, diisi dengan 10 pasang ayam kampung. Lahan kosong yang tidak digunakan untuk penelitian akan dimanfaatkan untuk RPL, sebagai sumber pangan bergizi dan meningkatkan efisiensi kebun, karena untuk keperluan penyediaan makan pagi, sebagian dapat bersumber dari KRPL, berasnya berasal dari lahan KP.  Lele akan dipanen pertengahan Desember, andaikata dipanen 1000 ekor saja atau setara dengan 100 kg, dengan harga jual Rp 8.000/kg, paling tiadak diperoleh Rp 800.000; ungkap Pak Gon, yang memang berlatar belakang pendidikan Sosial Ekonomi Pertanian; sambil tertawa. Selamat, semoga menjadi teladan bagi KP yang lain.

 

 

 

MMA/Win