Berita » Rural Development Administration: Profesionalisme Kinerja dan Pelayanan

RDA_1

Jika fasilitas memadai bukan hal aneh di negara lain, tetapi menggabungkan profesionalisme dengan ketersediaan fasilitasnya memang perlu diangan-angankan oleh kita semua. AFACI (Asian Food and Agriculture Cooperation Iniative) mengundang Kepala Balitkabi Dr. M. Muchlish Adie dan Suhartina MS untuk  mendiskusikan program kerjasama kedelai antara AFACI dengan Badan Litbang Pertanian dan mempelajari beragam fasilitas dan pelaksanaan kelitbangan di Korea Selatan tanggal 18 – 27 September 2012. Kunjungan ke Sekretariat AFACI yang berada di areal International Technology Cooperation Center (ITCC) Suwon yang satu komplek dengan RDA (Rural Development Administration) diawali dengan makan siang di kantin RDA, yang kebetulan saatnya istirahat siang. RDA merupakan litbang Korea Selatan. Didampingi oleh Dr. Won-Young Han, pemulia kedelai di National Institute of Crop Science, Kepala Balitkabi dan Suhartina mengunjungi AFACI. Di tempat ini, mereka berdua diterima oleh Secretary General (Cho, yang-Hee) yang juga merangkap sebagai Leader of Multilateral Cooperation Team dan Lee, Poongyeon, PhD.  Disepakati bahwa germplasm asal AFACI terbaik dilakukan uji daya hasil di lima lokasi sehingga bisa segera dilepas jika tetap unggul di Indonesia, juga ditawarkan pemulia kedelai Balitkabi magang sebulan di National Institute of Crop Science tahun 2013, Balitkabi menyediakan tranport, sedangkan akomodasi selama magang ditanggung AFACI. Dikompleks RDA juga terdapat kebun percobaan yang tertata bagus dan didukung oleh danau yang telah berumur lebih dari seratus tahun yang terawat hingga saat ini.

Profesionalisme kerja tercermin saat mengunjungi Agricultural Exhibition Hall (AEH) sebagai sarana diseminasi. Begitu mendaftar, pengunjung dipersilahkan duduk dan dilakukan foto bersama. Di tempat ini tercermin aroma profesionalismenya, dengan background ”Welcome to RDA Korea : AFACI Country on Soybean in Indonesia”. Setelah memasuki aula, disajikan video tentang RDA masa lalu dan target kedepan yang dikemas sangat menarik.  Ruang pameran sangat komprehensif, segala aspek pertanian pada masa lalu, kini dan mimpi akan datang semuanya ditata menarik. Terus terang, dari aspek materi untuk diseminasi, misalnya sejarah pertanian masa lalu hingga sekarang, Indonesia tidak kalah. Pada waktu yang bersamaan, rombongan siswa SD juga berkunjung ke AEH. Sebelum meninggalkan AEH diberikan souvenir foto bersama tadi yang dibungkus amplop bertuliskan ”The RDA has been dedicating itself for research and development in agricultural technology extension services. I wish your visit to the RDA Exhibition Hall was memorable” Masih berlokasi di Suwon, Kepala Balitkabi dan Suhartina mengunjungi National Agrobiodiversity Center (NAC). Di pintu masuk di bawah papan NAC tertulis Center of Exellence for International Cooperation and Training on Plant Genetic Resources (FAO). Di NAC diterima oleh Young Yi Lee PhD, PGR Scientiest, yang langsung mengajak ke ruang audio visual untuk diperlihatkan video tentang aktiftas NAC.  Sambil bercanda untuk mengawali diskusi Ibu Lee menceritakan apa yang dibayangkan tentang plasma nutfah sambil mengantarkan ke semua fasilitas yang dimiliki. Fasilitas penyimpanan plasma nutfah sangat lengkap. Hingga tanggal 19 September 2012 jam 14.56 (waktu Korsel) total aksesi yag dimiliki NAC adalah 307.973 aksesi, yang terdiri dari aksesi untuk seed crop 171.217, cereal and legume 131.212, industrial crop 19.538, horticultural crop 18.503, forage 3.958, vegetable crop 28.027, microorganisms 20.554, livestock 85.814 dan silkworm 361. Sumber daya manusia untuk mengelola NAC terdiri dari 38 scientist, staf administrasi 4 orang, staf teknisi dan official sebanyak 6 orang. Pada akhir kunjungan terdapat rombongan training tentang PVT, yang tiga pesertanya berasal dari PVT Indonesia. Dengan beragam profesionalisme tersebut tidak berlebihan jika RDA mengangkat tema untuk advocacy for world peace: customized and optimazed technological models; stronger global cooperation and partnership; significant contribution to the advancement of agriculture.

RDA di Suwon dan diskusi dengan AFACI di ITCC

Tertata rapi, penelitian di sekitar RDA

Agricultural Exhibition Hall, diseminasi dan pelayanan prima

National Agrobiodiversity Center, cerminan profesionalisme